Terimbas Pandemi Covid-19, Warga Teluk Tiram Sulap Ban Bekas Jadi Produk Bernilai Ekonomi

terasbanua.com, Banjarmasin - Mengolah sampah hingga menjadi benda bernilai dijual tinggi, bisa menjadi peluang bisnis yang cukup mengiurkan.



Seperti yang dilakukan seorang warga Teluk Tiram Banjarmasin, Haspi yang mendaur ulang sampah ban bekas pakai menjadi barang-barang berguna.


Mulai dari meja, kursi, ayunan, bak sampah, hingga pot bunga yang ia olah dan diukir secantik mungkin, agar menarik pembeli.


Haspi yang juga berprofesi sebagai Penjaga Sekolah di SD 2 Mawar Banjarmasin ini mengaku memulai ide usaha kreatif ini berawal dari istrinya yang terpaksa berhenti berjualan di kantin sekolah selama pandemi Covid-19 melanda.


Mengingat banyaknya keperluan rumah tangga yang harus dipenuhi di tengah kondisi terpuruk tersebut. Alhasil membuat dirinya mencari-cari peluang usaha yang bisa menambah penghasilan.


"Jadi selama pandemi itu saya putar otak untuk mencari tambahan. Saya pun kepikiran untuk mengolah ban bekas menjadi berbagai bentuk karena usaha ini tidak basi seperti makanan kalau tidak laku dan di Banjarmasin belum ada usaha ini," ucapnya, Senin (16/5/2022).


Ia mengaku perlu waktu tiga bulan dirinya bisa menguasai keterampilan untuk membuat ban bekas menjadi barang bernilai ekonomi yang ia pelajari secara otodidak di you tube.


Adapun untuk ban bekas yang menjadi bahan utama dalam usaha kreatif ini kebanyakan ia peroleh dari bengkel-bengkel motor atau mobil yang ia datangi langsung.


"Satu ban motor atau sepeda itu harganya Rp. 5 ribu dan ban mobil itu bisa Rp. 10 ribu hingga Rp. 25 ribu tergantung ada kawat atau tidaknya," ujarnya.


Sedangkan untuk catnya ia gunakan untuk menghiasi ban bekas yang sudah diolah adalah jenis cat minyak. Menurutnya cat minyak tidak mudah pudar, jika produknya terus terpapar sinar matahari.


Dalam prosesnya pembuatannya pun tidak membutuhkan waktu yang lama hanya saja tergantung dengan cuaca. Karena sebelum dijual ban bekas yang sudah diolah harus melalui proses penjemuran hingga catnya benar-benar kering.


"Dalam sehari itu bisa 5-7 ban yang kita olah tergantung diolah jadi apa dan juga cuaca itu penting. Kalau hujan ya tidak bisa kita buat karena ada proses penjemuran," terangnya.


Adapun harga jual produk usahanya, di mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung dari jenis dan bentuk ban bekas yang diolah.


Untuk harga pot bunga itu mulai dari Rp. 30 ribu hingga Rp. 80 ribu, bak sampah dari Rp. 80 ribu sampai Rp. 150 ribu, dan ayunan Rp. 60 ribu sampai Rp. 90 ribu.


Sedangkan untuk kursi dan meja itu dijual per satu set, tergantung besar kecilnya dan harganya mulai dari Rp. 200 ribu sampai Rp. 300 ribu.


"Paling banyak permintaan itu bak sampah," ujarnya.


Diakuinya awal-awal merintis memang mengalami kesulitan untuk promosi karena tidak banyak yang mengetahui usaha kreatifnya tersebut.


Namun sekarang, ia berusaha memanfaatkan media sosial untuk promosi usahanya mulai dari Facebook, Instagram dan lainnya.


"Sekarang Alhamdulillah meningkat hingga 70 persen. Bahkan kemarin ada dari Dinas pemerintahan sempat kewalahan juga memenuhi permintaan," pungkasnya.


(Hamdiah)

55 tampilan0 komentar