Sempat Mati Suri karena Pandemi, Akhirnya Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Bisa Kembali Digelar

terasbanua.com, Banjarmasin - Sempat mati suri karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) dua tahun lalu.



Akhirnya Festival Wisata Budaya Pasar Terapung bisa kembali dilaksanakan tahun 2022 ini dengan berbagai atraksi budaya yang diselenggarakan selama hari hari yakni dari tanggal 12 - 14 Agustus di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.


Atraksi budaya yang dipertunjukkan mulai dari Klotok Hias, Pawai budaya dan Fashion Karnaval, Opera Banjar, dan Mamanda.


Selain atraksi budaya, juga ditampilkan berbagai kegiatan yang pastinya akan menambah kemeriahan jalannya acara. Mulai dari Lighting Show dan Drama Tari Susur Sungai pasca Opening Ceremony berlangsung.


Selanjutnya, di hari kedua pelaksanaan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung juga akan ada Lomba Masak Bom dan Lomba Masak Tingkat Pelajar, dan mawarung bersama Kepala Dinas Pariwisata Kalsel.


Di hari terakhir, akan ada mawarung kopi dan kuliner, penampilan seni teater Mamanda, dan akan ditutup dengan artis performance pada malam harinya.


Dalam sambutannya pada pembukaan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2022, pada Jumat (12/8/2022) malam. Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, menyampaikan, bahwa gelaran ini bukan sekedar bentuk seremonial, namun untuk menjaga pelestarian kebudayaan Banjar dari generasi ke generasi.


"Ini tidak untuk seremonial saja, namun kita ingin menjaga kebudayaan masyarajat kita, agar terus terjaga dari generasi ke generasi," katanya.


Festival Wisata Budaya Pasar Terapung ini juga sebagai simbol kekuatan pembangunan daerah, salah satunya di sektor pariwisata, yang saat ini menjadi fokus Pemprov Kalsel.


"Saatnya pariwisata kita bangkit kembali setelah terpuruk akibat hantaman pandemi yang berkepanjangan," tuturnya.


Paman Birin, sapaan akrab gubernur Kalsel berharap, dengan adanya gelaran festival wisata ini dapat meningkatkan kembali angka kunjungan wisatawan ke Kalsel, baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.


"Kita berharap kegiatan ini dapat memancing kunjungan wisatawan ke Kalsel," harapnya.


Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, M Syarifuddin menyebut bahwa tujuan digelarnya festival ini adalah untuk menggairahkan kembali dunia pariwisata di Kalsel.


"Ini juga dalam rangka membangkitkan kembali industri kreatif di bidang pariwisata, serta dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-72 provinsi Kalsel," beber Syarifuddin.


Terlepas dari tujuan digelarnya festival wisata budaya ini, budaya sungai menurutnya harus tetap dipertahankan, sebagai identitas masyarakat banua yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sungai.


"Harus dilestarikan sebagai identitas masyarakat banua," pungkasnya.



Rilisan/Hamdiah

3 tampilan0 komentar