Reses Anggota DPRD Batola, Warga Keluhkan Jalan Rusak

terasbanua.com, Batola - Untuk menyerap aspirasi masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Barito Kuala dari Komisi 1 Fraksi Golkar, Reza Widya Noor melakukan reses perorangan di desa Semangat Dalam RT.6 Komplek Kartika Indah Lestari, Minggu (28/11/2021).

Kegiatan reses tersebut juga dihadiri Kepala Desa Semangat Dalam, Ketua dan Wakil Ketua BPD Semangat Dalam serta puluhan warga Komplek Kartika Indah Lestari.


Dalam sambutannya Kepala Desa Semangat Dalam, Norman berharap agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi untuk kemajuan Desa Semangat Dalam, Norman juga berharap masyarakat juga bisa berperan aktif dalam pembangunan dan kemajuan Desa Semangat Dalam.


Dalam sesi dialog, aspirasi warga menitik beratkan pada perbaikan jalan komplek dan pembuangan sampah sementara.


"Saya sudah 9 tahun tinggal di Komplek Kartika Indah Lestari, namun belum pernah merasakan jalan yang nyaman dan aman,  selama ini perbaikan jalan hanya dilakukan swadaya masyarakat, namun hasilnya seperti yang dilihat tidaklah maksimal," ujar Riki.


Warga lainnya Zakir, mengeluhkan tempat pembuangan sampah sementara yang tidak ada di sepanjang jalan Desa Semangat Dalam, sehingga banyak warga membuang sampah di depan komplek mereka dan tidak sedikit sampah tersebut berserakan hingga jatuh ke sungai.


Menanggapi hal ini Reza menyatakan bahwa

permasalahan-permasalahan seperti jalan komplek yang tidak layak dilintasi tersebut kerap dikeluhkan konsumen hunian terhadap perkembangan pemukiman yang dilakukan para pengembang di Kababupaten Barito Kuala.


Prihal ini yang menarik minat saya untuk melakukan kunjungan salah satunya di Komplek Kartika Indah Lestari, dimana tahapan-tahapan perencanaan pengembangan pemukiman tidak ada kejelasan yang pasti, sehingga terhambatnya proses serah terima fasum berupa akses jalan kepada pemerintah daerah.


Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak, selama belum ada serah terima fasum, maka tanah tersebut masih dimiliki pribadi sipengembang. Jadi langkah-langkah yang bisa kita ambil tentunya mengkomunikasikan hal ini kepada dinas terkait dalam hal ini Disperkim untuk menindaklanjuti kejelasan fasum di Komplek Kartika Indah Lestari.


Langkah lain yang bisa diambil yaitu saya berharap agar warga berinisiatif menemui pengembang dengan harapan agar pengembang memenuhi janjinya tentunya apabila sudah selesainya tahapan-tahapan project perumahan, agar segera dipecah sertifikasi induk tersebut dengan sertifikasi fasum dan diserahkan kepada Pemerintah Daerah.


Sebagai alternatif lain kita akan berkomunikasi dengan Pemerintah Desa terhadap jalan di samping komplek yang masih menjadi aset desa yaitu JUT (Jalan Usaha Tani) agar aset tersebut bisa dikelola pemerintah daerah dan kita bisa melakukan kegiatan peningkatan jalan disana.


Akan tetapi tentunya ini juga perlu perhatian warga komplek untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah, diantaranya agar alamat kependudukan yang masih tercatat di Kota atau Kabupaten lain untuk segera berpindah ke Kabupaten Barito Kuala. Sehingga kita harapkan tidak hanya kemudahan perbaikan fasilitas umum dan akses jalan tetapi juga untuk pelayanan-pelayanan publik lainnya.


Berkaitan hal tersebut saya juga sudah mengkomunikasikan dengan Dukcapil Barito Kuala, agar bersedia jemput bola kepada warga yang siap melakukan perpindahan alamat.


Terhadap permasalahan pengelolaan sampah menurut Reza tentunya hal ini sebenarnya sudah menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Kuala, dengan tidak adanya penempatan TPS membuat warga yang tidak peka lingkunganya membuang sampah secara sembarangan.


Lokasi tempat pembuangan sampah sementara juga haruslah mendapatkan izin warga sekitar, hanya saja sampai saat ini pemerintah daerah kesulitan mencari lokasi fasum tersebut, Saat ini TPS yang tersedia masih berada di terminal Handil Bakti.


Hasil reses ini nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah Barito Kuala sebagai bentuk laporan langsung aspirasi warga Desa Semangat Dalam.


(Sf)

69 tampilan0 komentar