Percuma Ngadu, Hampir Setahun Warga Tanjung Berkat Alami Distribusi Air Bersih Macet

terasbanua.com, Banjarmasin - Semenjak distribusi air bersih dari PDAM Bandarmasih terus mengalami macet dan bermasalah.



Hampir seluruh warga Tanjung Berkat terpaksa mengunakan air di sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci dalam sehari-harinya.


Terlihat dari pantauan jurnalis terasbanua.com ke lokasi. Menjelang sore hari warga sudah mulai ramai pergi ke sungai untuk mandi ataupun mencuci pakaian.


Nur Baiti, Ketua RT 16 di Jalan Tanjung Berkat, Banjarmasin Barat mengaku distribusi air bersih yang tengah bermasalah ini sudah terjadi hampir setahun terakhir.


"Kalau sekali-kali tidak papa ini hampir setiap hari air mati terus," ungkapnya saat ditemui jurnalis terasbanua.com di kediamannya, Selasa (17/5/2022) sore.


Karena kondisi tersebut, hampir setiap hari dirinya dan keluarga kesulitan memperoleh distribusi air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak sehari-harinya.


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, biasanya ia mengambil air bersih dari sepupunya yang memiliki mesin pompa air dan tak jarang dirinya juga terpaksa membeli air bersih siap minum.


Sedangkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci, ia memanfaatkan air sungai yang memang tepat berada di belakang rumahnya.


"Sudah hampir setahun kondisinya seperti ini saja yang kami rasakan," keluhnya.


Walaupun lanjutnya warga setempat sudah mengadu ke pihak PDAM Bandarmasih mengenai kondisi tersebut. Namun masalah tak juga ditanggapi dan selesaikan seperti yang telah diharapkan.


"Percuma, alasannya perbaikan tapi sampai sekarang masih saja macet bahkan sampai berbulan-bulan," cetusnya.


Hal senada juga disampaikan Rina salah satu warga Tanjung Berkat. Ia terpaksa harus membeli air bersih setiap harinya untuk mandi anaknya yang masih kecil dan sangat rentan iritasi kulit jika mengunakan air sungai.


"Kalau saya mandi sungai tidak papa tapi anak saya kasihan karena air sungai tidak sebersih dulu takut kulitnya jadi gatal-gatal," terangnya.


Selain itu, jika sedang surut maka air sungai pun berubah warna, keruh dan berbau sehingga tidak layak digunakan untuk mandi oleh warga.


Diakuinya sudah ada beberapa warga setempat yang mengalami kulit gatal-gatal karena seringnya mengunakan air sungai.


Walaupun distribusi air bersih mengalami macet hingga berbulan-bulan lanjutnya. Warga tetap membayar biaya penggunaan setiap bulannya.


Hal tersebut lah yang sangat disayangkan pihaknya terhadap sikap PDAM yang seharusnya bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Kami tidak masalah membayarnya, asalkan distribusi air lancar. Jangan seperti ini, lebih banyak macetnya dibandingkan tidak," kesalnya.


Tentunya ia berharap PDAM bisa segeranya mengambil tindakan agar permasalahan distribusi air bersih tidak berlarut-larut seperti sekarang ini.


"Apalagi saya punya anak kecil tidak bisa meninggalkan anak begitu saja ngambil air sungai. Semoga segera diperbaiki dan air lancar," harapnya.


Sebagai informasi tambahan, permasalahan distribusi air bersih yang macet ini dialami empat RT di kawasan Tanjung Berkat sekaligus.


Rata-rata warga mengeluhkan distribusi air bersih macet dan hampir setiap hari terjadi sehingga membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air terutama untuk memasak.


(Hamdiah)

8 tampilan0 komentar