Masih Pandemi Covid-19, Pasar Wadai Ramadan Belum Diputuskan Apakah Online Atau Offline

terasbanua.com, Banjarmasin - Tak kunjung reda pandemi Covid-19 di Kota Banjarmasin. Kemungkinan Pasar Wadai atau Pasar Ramadan akan dilakukan secara online lagi seperti tahun lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq memaparkan opsi Pasar Wadai Ramadhan untuk tahun 2021. Foto :  Hamdiah
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq memaparkan opsi Pasar Wadai Ramadhan untuk tahun 2021. Foto : Hamdiah

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq, saat ditemui di Balai Kota Banjarmasin, Senin (8/3/2021).


Namun tak dipungkiri Pasar Ramadan juga bisa dilakukan secara offline atau langsung apabila sudah diputuskan nanti bagaimana baiknya.


"Terkait Pasar Ramadan masih belum diputuskan tapi ada 2 opsi itu bisa secara offline ataupun secara online," kata Ikhsan kepada terasbanua.com.


Adanya opsi Pasar Ramadan dilakukan secara offline, diakui Ikhsan merupakan kehendak dari Paguyuban Pedagang Pasar Wadai Ramadan yang menginginkan opsi tersebut.


"Memang dari paguyuban menghendaki Pasar Wadai bisa berjualan seperti biasa. Mereka menyampaikan aspirasi kepada saya. Tapikan situasinya ini masih pandemi dan sangat beresiko. Apabila terjadi kerumunan-kerumunan seperti itu. Jadi saya bilang tidak bisa memutuskan karena wewenangnya itu pada Satgas Covid-19," terangnya.


Ikhsan juga mengarahkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk terkait izin itu bisa mengajukan permohonan ke Satgas Covid-19.


"Silahkan mengajukan permohonan untuk berjualan secara langsung atau offline. Nanti bagaimana pendapat dan masukan dari satgas itu kita sesuaikan," ucapnya.


Sementara itu, untuk opsi kedua yakni Pasar Ramadan secara online itu telah dilakukan sejak tahun lalu. Sehingga apabila situasi tidak memungkinkan maka opsi kedua ini akan digunakan.


"Kedua kita opsinya secara online dan sudah mulai dilakukan pada tahun 2020 lalu. Kami sekarang pada tahap persiapan untuk mengajak pelaku UMKM kuliner ikut dalam program Pasar Ramadan online," jelasnya.


Berkaca pada pengalaman tahun 2020 lalu, omset Pasar Ramadan online tersebut cukup mencengangkan karena meningkat 3x lipat.


"Tahun 2020 karena pandemi sehingga tidak bisa jualan secara offline. Kita membuka kesempatan secara online dan ternyata omsetnya itu mencapai 2,7 miliyar jadi meningkat 3x lipat. Kita tidak tahun pada tahun 2021 ini nanti bagaimana," paparnya.


Dirinya pun mengajak pelaku UMKM untuk ikut program ini. Bagi mereka yang ikut dalam program ini sudah disiapkan aplikasi dan fasilitas pendukung untuk berjualan di Pasar Ramadan secara online.


"Kami memfasilitasi pelaku UMKM yang ikut. Sudah disiapkan dan bisa langsung dimanfaatkan untuk berjualan Pasar Wadai Ramadan itu secara online," ujarnya.


Berbeda dengan Pasar Ramadan online yang difasilitasi. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tidak memfasilitasi Pasar Ramadan offline untuk tahun.


"Jadi yang online ini kita memang fasilitasi, sedangkan offline kita tidak berani memfasilitasi," ungkapnya.


Sebelumnya pelaku UMKM wajib mendaftar terlebih dahulu untuk bisa masuk dalam program Pasar Ramadan online.


"Persyaratannya harus warga Banjarmasin, bukan untuk usaha-usaha franchice yang besar tidak masuk dari itu karena kita utama usaha atau industri rumah tangga (UMKM)," ucapnya.


Target pelaku UMKM yang akan mengikuti program ini sekitar 150 orang dan akan diseleksi terlebih dahulu.


"Target kita upayakan 150 yang online tetapi nanti kita seleksi dulu, yang mana bisa ikut program ini dan mana yang tidak," pungkasnya.


(Hamdiah)

21 tampilan0 komentar