• Krisna

Knalpot Nyaring Siap-siap Dipotong. Satlantas Punya Alat Pengukur Kebisingan

terasbanua.com, Banjarmasin - Pemilik sepeda motor dengan knalpot nyaring atau bising siap siap untuk ditindak oleh polisi.

Satlantas Polresta Banjarmasin sudah dibekali alat sound level meter dalam menjalankan tugasnya. Foto : Krisna
Satlantas Polresta Banjarmasin sudah dibekali alat sound level meter dalam menjalankan tugasnya. Foto : Krisna

Kini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin sudah dibekali alat sound level meter dalam menjalankan tugasnya. Alat tersebut berguna untuk mengukur tingkat kekerasan suara knalpot brong


Dengan alat tersebut polisi dapat menghitung dengan tepat apakah sebuah sepeda motor menggunakan knalpot standar atau nonstandar dan kemudian menjadi dasar untuk memberi tindakan bagi para pengguna knalpot bising.


Kasat Lantas Polresta Banjarmasin Kompol Gustaf Adolf Mamuaya mengatakan untuk batas maksimal kebisingan knalpot yang dapat ditoleransi adalah sekitar 80 dB.


"Berdasarkan aturan yang berlaku, untuk tingkat kebisingan maksimal 80 dB, kita dapat mengukurnya dengan alat ini dan jika ada yang lebih dari batas tersebut akan kami tindak," ucap Kasat Lantas, Selasa (2/3/2021).


Kasat Lantas yang sering membuat terobosan itu juga mengatakan bahwa aturan ambang batas kebisingan suara kendaraan bermotor telah berlaku sejak 1 Juli 2013 lalu, namun hingga kini masih banyak pengendara yang menggunakan knalpot brong atau racing.


Perwira menengah berpangkat melati satu tersebut menjelaskan bahwa penggunaannya di lapangan akan menggunakan sistem hunting.


"Alat ini akan saya bekalkan kepada anggota di lapangan, jika ditemukan ada kendaraan yang diduga memiliki tingkat kebisingan tinggi akan kami amankan serta dites menggunakan alat ini dan jika melewati batas 80 dB akan kami lakukan penilangan," terangnya.


"Serta akan kami potong dan kami suruh ganti dengan knalpotasli atau yang standar," tambahnya.


Kompol Gustaf Adolf Mamuaya mengimbau kepada masyarakat agar lebih tertib menggunakan aksesori kendaran dengan menggunakan yang standar dan tidak melanggar aturan Undang Undang.


"Mungkin masih banyak yang berpikir menggunakan knalpot brong itu keren, namun harus diketahui suara bising dari knalpot tersebut dapat mengganggu masyarakat saat melewati perumahan, terutama yang ingin beristirahat atau mungkin memiliki anak kecil di rumah, " imbaunya.


"Maka dari itu, sebelum razia bersifat hunting sistem dilakukan saya harap masyarakat yang masih menggunakan knalpot brong segera ganti," tutupnya.


(Krisna)

0 tampilan0 komentar