• Krisna

Keterlaluan, Info Kebakaran Di Teluk Tiram Ternyata Hoax

terasbanua.com, Banjarmasin - Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) selalu mengedepankan jiwa kemanusiaan juga sosial dalam bekerja dan memegang teguh kata kata pantang pulang sebelum padam.

Namun, entah kenapa masih ada saja ulah oknum di masyarakat yang tega berbuat iseng dengan memberikan kabar telah terjadi kebakaran di suatu tempat, yang nyatanya adalah HOAX.


Seperti yang terjadi pada Selasa (6/4/2021) sekitar pukul 21.40 Wita, petugas pemadam kebakaran Kota Banjarmasin sempat dihebohkan karena adanya laporan masuk dari seorang pria berinisial M mengenai kebakaran di Teluk Tiram Gang Bakti Kecamatan Banjarmasin Barat.


Mendapatkan laporan tersebut sejumlah petugas emergency gabungan Kota Banjarmasin pun langsung sigap menuju ke lokasi.


Namun parah, setelah didatangi langsung oleh petugas dengan membawa peralatan lengkap ternyata diketahui informasi itu tidak benar atau hoax karena di lokasi yang dimaksud tidak terjadi apa-apa.


Iwan Ray Petugas Balakar 654 Banjarmasin menyayangkan adanya informasi palsu yang disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab, karena hal tersebut bisa saja berbahaya bagi petugas yang selalu siap untuk segera cepat memadamkan api.


"Saat didatangi di lokasi tidak ada kebakaran yang terjadi di sana. Alhamdulillah karena tidak ada musibah, keisengan seperti ini tentu sangat disayangkan, padahal kami telah merespon cepat kabar ini," terang Iwan. Selasa (6/4/2021)


"Kami selalu ingin cepat datang ke lokasi untuk lakukan pemadaman tapi masyarakat harus beri informasi yang akurat. Karena untuk datang ke lokasi ini taruhannya nyawa, bisa saja diperjalanan terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.


Namun meski begitu ia mengatakan bahwa petugas tidak akan menurunkan semangat dalam mengedepankan jiwa kemanusiaan.


"Kami tidak pernah kapok kalau ada laporan kebakaran siap langsung meluncur ke lokasi," tuturnya.


Setelah itu, petugas pun menelusuri identitas nomor kontak yang menginformasikan hal tersebut dan diketahui pelaku merupakan warga Gang Bakti yang kini sedang berada di Kota Samarinda, Kalimantan Timur namun orang tua pelaku ada di rumah.


"Sementara, kami datangi orang tua yang bersangkutan untuk menghubungi dan melakukan pembinaan terhadap pelaku. Hal tersebut dilakukan agar menjadi efek jera," terangnya.


"Namun, jika nanti berulah lagi, maka akan dibawa ke jalur hukum," lanjutnya.


Ayah pelaku saat dihubungi via Video Call whatsapp menyampaikan permintaan maaf atas kelakuan jahil anaknya yang menyebarkan informasi hoax.


"Saya selaku ayahnya meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan anakku," ucap ayah pelaku.


(Krisna)

114 tampilan0 komentar