Kerajinan Ecoprint Dengan Bahan Alam, Mulai Banyak Dilirik Masyarakat

terasbanua.com, Banjarmasin - Dari hasil keterampilan tangannya sendiri, Dian Lia bisa menghasilkan berbagai karya seperti baju, tas, jilbab, tumbler glass, paper bag dan lainnya dari kerajinan ecoprint.

Dian Lia atau sapaaan akrabnya Dian Lia Sasirangan mengaku cukup lama menggeluti profesi sebagai pengrajin ecoprint dengan mengunakan bahan alam.


"Sudah 2 tahun ini saya benar-benar bekutik sebagai perajin. Pertama belajar itu di Yogyakarta pas saat festival payung," ungkapnya saat ditemui jurnalis terasbanua.com di stand miliknya dalam pergelaran Festival Wisata Budaya Pasar Terapung tahun 2021, Minggu (23/10/2021).


Adapun dalam proses pembuatannya sendiri terbilang mudah. Motif dari daun ataupun bunga akan diaplikasikan pada berbagai media seperti kain, kulit hewan dan kertas.


Kemudian dilanjutkan dengan teknik pounding (pukul) secara perlahan. Dari situ lah terbentuk motif dari bahan yang sudah diaplikasikan. 


"Dalam proses pounding ini kita perlu bahan yang masih segar. Kalau bisa yang baru dipetik itu langsung kita aplikasikan agar hasil motifnya bagus," paparnya saat diajak berbincang-bincang.


Setelah proses pounding selesai, maka dilanjutkan dengan proses pengukusan dan perendaman dari hasil karya tadi. Adapun untuk proses perendaman tersebut akan memakan waktu cukup lama.


"Paling cepat sekitar 10 hari dan paling lama bisa sampai 2 bulan jadi tergantung perendaman. Kalau misalnya madium itu tergantung kita mau ke pekatan warnanya seperti apa. Jadi semakin terang warnanya maka merendam pakai pewarna alam itu lebih lama juga," jelasnya.


Kerajinan yang mengunakan bahan alam dalam pembuatannya itu, sudah menjadi tren di kalangan masyarakat saat ini.


Hingga tak heran, kerajinan ecoprint ini banyak diminati masyarakat karena memang hasil kerajinan ini berbeda sekali dengan hasil kerajinan tangan lainnya.


"Kalau kesulitannya tidak ada, cuman kalau kita mau bikin seperti apa belum tentu hasilnya akan seperti itu. Jadi hasilnya sesuatu sekali tanpa bisa ditebak. Kesannya ini bisa termasuk limited. Makanya agak berkelas," tuturnya.


Dian mengaku bahwa produk yang ia jual ini sangat laris manis di pasaran. Produk ecoprint dari hasil karyanya itu bisa habis terjual dengan waktu singkat.


"Alhamdulillah biasanya kita posting sudah langsung habis, karena untuk di Banjarmasin ini masih agak langka jadi cepat terjual," ujarnya.


Untuk nilai harga jual dari hasil karya kerajinan unik ini pun tidak lah murah. Dian membeberkan, untuk satu hasil karya ecoprint ini bisa mencapai jutaan rupiah.


"Untuk di Banjarmasin kita masih relatif murah. Dibandingkan daerah lain, kalau kain kelas sutra di daerah lain seperti Yogjakarta itu Rp 2,5 juta. Kalau kita hanya Rp 1,3 juta, itu pun katanya kemahalan untuk satu lembar baju," terangnya


Tak heran, kerajinan ecoprint saat ini sudah mulai banyak dilirik masyarakat karena cukup menjanjikan di tengah perkembangan fashion di zaman sekarang ini.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar