Kementerian LHK Bantu Penanganan Banjir di Kalsel

terasbanua.com, Banjarbaru- Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, saat rapat koordinasi dengan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (10/3/2021), menuturkan pihaknya telah merencanakan bantuan pascabanjir untuk Kalsel.

Wamen LHK saat rapat koordinasi dengan jajaran Pemprov Kalsel

Alue Dohong melanjutkan, berdasarkan  data Kementerian LHK, ada  enam Eselon 1 terkait di KLHK yang harus berkontribusi pada penanganan pascabanjir di Kalsel.


Enam Eselon 1 yang disebutkan meliputi Dirjen PDASHL, Dirjen PTKL, Dirjen PPKL, Dirjen Penegakan Hukum, Dirjen PSKL, serta Dirjen PSLB3.


“Dari lingkup KLHK untuk tahun ini ada anggaran kurang lebih Rp75 miliar yang bisa dilaksanakan di Kalsel," ujarnya.


Estimasi nilai bantuan sebesar Rp75 miliar diimplementasikan melalui masing-masing dirjen terkait.


Ditjen PDASHL sebanyak Rp36 miliar, Ditjen PTKL Rp3,4 miliar, Ditjen PPKL Rp1,5 miliar, Ditjen Penegakan Hukum Rp1,8 miliar, Ditjen PSKL Rp3,08 miliar, dan Ditjen Pengelolaan Sampah sebesar Rp36,7 miliar dengan fokus penanganan di  Banjarmasin, Banjarbaru, Tapin, dan Kabupaten Barito Kuala.


“Itu jangka pendek yang akan kita lakukan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Wamen LHK.

Untuk upaya penanganan pascabanjir, Alue Dohong menjabarkan lima aspek yang hendak diterapkan.


“Pertama, regulasi termasuk tata ruang. Kedua, teknis atau engineering, termasuk bendungan dan Konservasi tanah dan air. Ketiga, vegetatif, artinya kita harus melakukan penanaman di daerah kritis.”


Sisanya adalah penegakan hukum dan aspek sosial. Menurutnya, edukasi, komunikasi, dan sosialisasi itu sangat penting.


“Aspek-aspek tadi kita detailkan kegiatannya, anggarannya, sampai jangka waktu. Makanya, ada jangka pendek,  menengah, jangka panjang," terangnya.


Sementara itu Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, dalam laporannya mengatakan,  faktor anomali cuaca berperan besar dalam memicu bencana banjir di Kalsel.


"Dari hulu hujan deras, dengan debit air mencapai 340 mm. Disusul pula kenaikan air laut di wilayah hilir," ucapnya.


Safrizal ZA merincikan kerusakan infrastruktur di Kalsel terdata  128 jembatan rusak, beberapa jembatan dan jalan strategis putus serta sarana infrastruktur lainnya


Pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan hingga berdampak pada inflasi di beberapa tempat.


Mengenai pemulihan lingkungan pascabanjir, Safrizal menyebut perlu adanya program jangka panjang.


Namun, jika memungkinkan, program jangka panjang diupayakan menjadi menengah dan pendek.


“Perlu konsentrasi beberapa anggaran sekaligus untuk dilakukan secara paralel,” ujarnya.


Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri ini juga menyampaikan harapan  untuk meminimalisasi bencana banjir ke depannya.


Selain soal regulasi, perlu adanya dukungan pembuatan bendungan.


"Beberapa minta bendungan, termasuk di Balangan. Kami terus memperjuangkannya. Mohon dukungan Pak Wamen LHK. Mohon juga dukungan terkait bendungan Riam Kiwa dan Pancur Hanau, " ucapnya. (vin/adv)


1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua