• Krisna

Kembali Sambangi Bawaslu, Tim Hukum Ibnu-Arifin Laporkan Kampanye Hitam Paslon Anandan-Mushaffa

terasbanua.com, Banjarmasin - Setelah sebelumnya, Bawaslu Kota Banjarmasin telah memberikan sanksi berupa teguran tertulis kepada pasangan Ananda-Mushaffa akibat dari pelanggaran pemilihan berupa pembagian nasi kotak disertai stiker yang memuat citra diri paslon nomor urut 4 tersebut.

Kuasa Hukum Paslon Walikota Banjarmasin saat sambangi Bawaslu Kota Banjarmasin. Foto : Krisna.

Kini tim hukum pasangan calon Wali Kota Banjarmasin Nomor Urut 02 Ibnu Sina-Arifin Noor pada Rabu (14/4/2021) siang tadi kembali mendatangi Bawaslu Kota Banjarmasin.


Kurniawan Putra anggota tim hukum pasangan Ibnu-Arifin mengatakan kedatangannya tersebut guna melapor terkait adanya dugaan kampanye hitam (Black Campaign), yang dilakukan paslon Wali Kota Banjarmasin no urut 4 Ananda - Mushaffa.


"Hari ini kami ke Bawaslu Kota Banjarmasin melaporkan adanya kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim paslon 04 di salah satu wilayah PSU yaitu Kelurahan Mantuil," tuturnya.


"Kampanye tersebut diselubungi dengan kegiatan keagamaan. Namun, di dalamnya ada ajakan untuk memilih, ada pembagian bahan kampanye dan ada pencitraan paslon 04, yang paling kami sayangkan yaitu adanya fitnah, ajaran kebencian juga unsur SARA, yang diucapkan oleh salah satu jurkamnya, dalam acara tersebut," lanjutnya.


Ia juga mengungkapkan kalau dalam acara tersebut ada juru kampanye dari paslon no urut 4 yang menjelek-jelekkan dan memfitnah, paslon no urut 2, yaitu Ibnu-Arifin.


"Fitnahnya antara lain yaitu, pembagian bansos Covid-19 yang curang, lalu adanya penyalahgunaan dana anggaran pembangunan jembatan Pulau Bromo. Lalu ucapan yang mengandung unsur SARA, ada yang mengatakan kalau Ibnu Sina merupakan orang Puruk Cahu dan bukan asli orang kita Banjarmasin," ungkap Kurniawan.


Ia menjelaskan, tujuan tim ini ke Bawaslu Kota Banjarmasin dan memberikan laporan tersebut, agar Bawaslu bisa menindak lanjuti adanya kegiatan kampanye yang dilakukan oleh paslon no urut 4 tersebut.


Ia berharap dengan laporan adanya dugaan black campaign tersebut, pihak Bawaslu bisa menegakkan aturan yang sebagaimana mestinya.


"Kami serahkan ke Bawaslu, semoga dengan adanya laporan ini, PSU pilwali di Kota Banjarmasin bisa berlangsung dengan lancar dan kondusif dan PSU nantinya dapat berjalandengan  baik," harapnya.


Menanggapi laporan tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Banjarmasin, Subhani membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan tersebut.


Jika dalam dua hari itu tidak ditemukan kekurangan dalam berkas laporan tersebut, maka ujar Subhani, laporan tersebut akan diteruskan ke Sentra Gakkumdu.


"Kalau sudah diregister kita akan segera berkoordinasi dengan Sentra Gakkumdu untuk melakukan pembahasan pertama terkait dengan dugaan pelanggaran pemilihan ini," terangnya.


Pasca dua kali dilaporkannya paslon 04 ke Bawaslu Kota Banjarmasin selama masa PSU, Subhani meminta agar seluruh paslon menjaga kondusifitas dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang.


"Dalam konteks mensukseskan PSU itu kan berdasarkan keputusan MK, paslon diperbolehkan untuk memastikan undangan tersebar, memastikan PPK Dan KPPS orang-orang baru. Artinya hal-hal di luar itu jangan dilakukan," tutupnya.


(Krisna)

23 tampilan0 komentar