Kejar Target Capaian Vaksinasi Anak, Berbagai Strategi Dilakukan

terasbanua.com, Banjarmasin - Sesuai dengan instruksi Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin akan terus menggencarkan vaksinasi anak sekolah usia 6 hingga 11 tahun.



Mengingat, sejauh ini capaian vaksinasi anak di Kota Banjarmasin masih rendah dan jauh dari target yakni masih di angka 32 persen.


Selain itu, syarat untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara langsung di sekolah sekarang ini ialah wajib bervaksin bagi siswa.


"Pasca libur setelah Ramadhan nanti, kami tekankan sekolah-sekolah untuk melaksanakan vaksinasi," ucap Plt Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Nuryadi usai ditemui jurnalis terasbanua.com di ruangan kerjanya, Jumat (1/4/2022).


Nuryadi mengungkapkan pada pertengahan bulan April hingga bulan Mei mendatang, di masing-masing sekolah diminta lebih intens mensosialisasikan program vaksinasi anak kepada orang tua. Sebagaimana dalam Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan Disdik Kota Banjarmasin.


Tentunya melalui sosialisasi tersebut, diharapkan bisa mendorong capaian vaksinasi anak di Banjarmasin agar segera mencapai target di angka 70 persen.


"Kalau semua sekolah sampai 70 persen otomatis membantu Pemko juga capaian 70 persen. Jadi pedoman itu lah mudah-mudahan ada sedikit peningkatan capaian vaksinasi tersebut," tuturnya.


Lebih jauh ia menjelaskan bahwa jika sekolah capaian vaksinasi anak mencapai 70 persen. Maka pelaksanaan PTM di sekolah bisa kembali diberlakukan secara penuh 100 persen.


Namun sebaliknya, apabila capaian di bawah dari target tersebut. Terpaksa sekolah akan tetap memberlakukan PTM terbatas dengan kapasitas 50 persen.


"Ini upaya yang kami lakukan agar orang tua mengerti karena mereka mendesak PTM. Tapi disisi lain mereka tidak mau memvaksinasi anaknya," tandasnya.


Kalaupun orang tua tetap kekeh ingin anaknya yang belum bervaksin mengikuti PTM di sekolah. Maka wajib menyertakan hasil tes antigen negatif agar bisa mengikuti PTM.


"Makanya ada opsi lain, kalau tidak mau bervaksin ya harus menyertakan hasil antigen ke sekolah. Kalau tidak mau, ya daring saja," jelasnya.


Adapun untuk tes antigen sendiri, tidak disediakan pihaknya sekolah. Melainkan siswa bisa langsung melakukan pelayanan di seluruh Puskesmas di Banjarmasin ataupun secara mandiri di fasilitas kesehatan lainnya.


"Silahkan ke Puskesmas saja karena masih pemberlakuan pandemi jadi disediakan dan digratiskan," terangnya.


Tentunya opsi tersebut bertujuan untuk melindungi anak-anak lain yang telah bervaksin agar resiko penularan virus Covid-19 kecil terjadi.


Disisi lain, adanya kebijakan tersebut tentu menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memancing orang tua agar bersedia anaknya di vaksin.


Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sifatnya tidak memaksa. Namun ini adalah upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengejar capaian vaksinasi anak yang masih rendah hingga sekarang ini.


"Baru SE keluar pun kami telah menerima laporan dari sekolah mengenai penolakan orang tua. Adanya penolakan itu kami malah makin gencar lakukan sosialisasi pemahaman kepada orang tua akan pentingnya vaksinasi itu," tegasnya.


Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mendata sekolah baik itu SD, dan SMP untuk mengetahui capaian vaksinasi anak di tiap sekolah.


"Makanya dalam rentan ini kami akan meminta sekolah mengisi google from untuk mengetahui capaian vaksinasinya. Tapi kami terus update perkembangan vaksinasi anak di sekolah," tutupnya.


(Hamdiah)

6 tampilan0 komentar