Kejar Target Capaian Imunisasi Anak yang Masih Rendah, Berbagai Upaya Dilakukan

terasbanua.com, Banjarmasin - Capaian imunisasi anak khususnya usia 9 bulan hingga 12 tahun di Kota Banjarmasin menurun drastis semenjak pandemi Covid-19 melanda.



Meskipun baru-baru ini pemerintah bersama Unicef telah melaunching program Bulan Imunisasi Anak Naisonal (BIAN) untuk meningkatkan capaian vaskinasi sejak 18 Mei 2022 lalu. Namun nyatanya capaian imunisasi anak tetap rendah.


"Makanya kita terus gencarkan program melalui sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada orang tua akan pentingnya imunisasi ini untuk kekebelan tubuh anak," ucap Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP-PKK) Kota Banjarmasin, Siti Wasilah usai monitoring pelaksanaan program BIAN di SD Negeri Gedang 2 Banjarmasin, Senin (30/5/2022).


Istri orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini juga terus mengingatkan masyarakat untuk tidak terhasut dengan informasi hoax yang menyatakan bahwa imunisasi tersebut memiliki efek samping hingga berdampak buruk pada anak yang sudah mendapat suntikan.


Kalaupun ada kasus anak yang meninggal setelah mendapat imunisasi itu. Menurutnya ada yang bermasalah pada kesehatan anak saat melakukan imunisasi.


"Mungkin ada penyakit bawaan yang muncul bersamaan saat imunisasi hingga berdampak seperti ini," tuturnya.


Meskipun pun begitu, ia pastikan pemberian imunisasi anak sangat aman dan telah diuji para ahli di bidangnya sebelumnya.


Disisi lain, ia juga menyayangkan program BIAN yang dilaksanakan ke sekolah-sekolah tidak disambut baik oleh orang tua siswa


"Pada saat pelaksanaan imunisasi siswanya diliburkan orang tuanya dan ada juga yang tidak mengizinkan," cetusnya.


Padahal menurutnya, orang tua dulu juga telah mendapatkan imunsinasi untuk menghalau berbagai penyakit yang menyerang seperti Tetanus, Polio, campak dan lainnya.


"Jadi bersama-sama kita beri hak pada anak dengan cara memberikan imunisasi," ujarnya.


Dalam waktu dekat ungkapnya, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai pelaksanaan imunisasi yang dilakukan sampai tuntas.


"Upaya serius kita dengan menyiapkan satu sertifikat seumur hidup jika anak sudah melakukan imunisasi seperti sertifikat vaksin," terangnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai upaya untuk mencapai target imunisasi di Kota Banjarmasin pada sekitar 194 ribu anak yang menjadi sasaran.


Pihaknya juga mewajibkan setiap anak yang mengikuti di sekolah pada ajaran baru nanti menunjukkan sertifikat telah melakukan imunisasi.


"Jangan salah kalau disuruh pulang. Masa iya kota Banjarmasin kota terbesar di Kalsel ini capaian imunisasinya rendah. Kita jadi rendah di Indonesia hingga dunia," tegasnya.


Sementar itu, Zonal Coordinator Imunisasi UNICEF Wilayah Kalimantan, NTT dan NTB, Jana Fitria Kartika Sari ikut serta membantu pemerintah daerah untuk bisa mendorong program BIAN dalam meningkatkan cakupan imunsiasi pada anak.


"Kita ikut serta memasifkan program BIAN ini di daerah-daerah agar semua anak itu diimunisasi untuk kekebalan tubuhnya dari penyakit," katanya.



Adapun target capaian imunisasi dalam program BIAN tahun 2022 ini terdapat dua jenis imunisasi tambahan campak rubela ditarget 95 persen.



Di samping itu, ia menegaskan bahwa pemberian imunisasi pada anak melalui program yanh serentak dilaksanakan ini gratis pada di seluruh anak yang berhak mendapat perlindungan kesehatan melalui imunisasi.


Kendati demikian, ia mengatakab bahwa pemberian imunisasi ini tidak hanya dilakukan satu kali suntik saja melainkan ada yang harus mendapatkan 4 dosis, agar kekebalannya terbentuk dengan sempurna pada anak.



Hamdiah

2 tampilan0 komentar