Kecam Perumpamaan Menteri Agama, Puluhan Massa Datangi Kantor Kemenag Kalsel

terasbanua.com, Banjarmasin - Perumpamaan panggilan adzan yang disamakan dengan suara gonggongan anjing oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu menuai kecaman keras dari masyarakat.


Ket foto : Massa dari Aksi Bela Islam berkumpul di depan Kantor Kemenag Kalsel untuk menyampaikan tuntutan mengenai ucapan Menag yang dinilai menghina agama Islam. Foto Hamdiah

Menentang dengan tegasnya perumpamaan tersebut, puluhan massa dari Aliansi Umat Islam Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatangi Kantor Kementrian (Kemenag) Agama Provinsi Kalsel untuk mengelar Aksi Bela Islam, Jumat (4/2/3/2022) siang.


"Wajar saja kami menuntut karena beliau menganalogikan suara adzan dengan suara anjing. Berarti itu suatu perbuatan munkar. Makanya kami minta beliau mencabut ucapan tersebut," ucap Isra Ruddin selaku Orator dalam Aksi Bela Islam.


Tidak hanya menuntut dicabutnya ucapan tersebut saja, pihaknya juga meminta Menag meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang sakit hati dengan adanya perumpamaan yang dianggap menghina dan menistakan agama Islam itu.


"Tidak hanya rakyat Indonesia saja tapi juga rakyat seluruh dunia karena itu telah membenturkan umat Islam" tuturnya.


Mendekati bulan Suci Ramadan yang sebentar lagi, Ridho, Orator dalam Aksi Bela Islam menambahkan bahwa tidak seharusnya ada statement yang bisa membenturkan sesama umat Islam.


Ia menilai perumpamaan panggilan adzan dengan suara gonggongan anjing sangat lah tidak pantas diucapkan oleh seorang Menag yang seharusnya sebagai panutan.


"Sebenarnya itu tidak pantas bagi seorang Menteri Agama yang jadi panutan mengeluarkan ucapan yang membenturkan umat sesama Islam," tegasnya.


Tidak hanya menyoroti perumpamaan tersebut, pihaknya juga menuntut untuk dicabutnya aturan Kemenag No 5 Tahun 2022 tentang aturan pengeras suara adzan yang dinilai kontroversi.


"Mengenai volume adzan dicabut karena tiap provinsi itu beda-beda. Apalagi kita di Kalsel ini, makanya kami minta Menag mencabut aturan itu," tegasnya.


Tidak menutup kemungkinan aksi ini akan berlanjut, jika tuntutan yang telah disampaikan dalam aksi ini tidak penuhi.


(Hamdiah)

1 tampilan0 komentar