Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Kotabaru di Posisi ke Tiga Terbanyak

terasbanua.com, Kotabaru - Meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kotabaru membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPA-Dalduk dan KB) Kotabaru mengambil langkah cepat yaitu dengan mengadakan sosialisasi bersama dinas terkait, camat, kepala desa, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Sosialisasi pembetukan tim terpadu penanganan kekerasan perempuan dan anak

“Sosialisasi ini sangat penting. Saat ini Kabupaten Kotabaru merupakan penyumbang terbanyak ketiga kasus kekerasan perempuan dan anak di Kalimantan Selatan dengan 33 kasus per 18 Oktober 2021. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 28 kasus”ungkap Kepala Dinas PPPA-Dalduk dan KB Kotabaru Dr Cipta Waspada, usai ditemui membuka acara sosialisasi di Operation Room Setda, Selasa (19/10/2021).


Dijelaskannya, melalui sosialisasi ini akan dibentuk tim terpadu tingkat desa terkait penanganan kekerasan perempuan dan anak berbasis masyarakat, sehingga seluruh kasus di tingkat desa dapat terjangkau dan tertangani.


Menurut Cipta, kekerasan perempuan dan anak telah memberikan dampak negatif dan luas, tidak hanya terhadap korban, tetapi juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak dalam kehidupan.


Kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak pun bukan hanya kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran.


Selama ini, tambahnya, untuk penanganan kasus kekerasan, Dinas PPPA-Dalduk dan KB bekerjasama dengan Crisis Center, dan Puspaga untuk selalu menjangkau dan mendampingi serta melakukan mediasi kepada keluarga, korban, maupun apabila keranah hukum dalam hal ini PPA Polisi.


Dijelaskannya lebih luas, pemerintah bertanggung jawab untuk menghormati, melindungi, membela, dan menjamin hak asasi manusia setiap warga negara dan penduduknya termasuk perempuan dan anak tanpa diskriminasi.


Dalam hal ini, wajib untuk memberikan layanan pengaduan, rujukan pendampingan dan bantuan hukum pada permasalahan perempuan yang ada di Kabupaten Kotabaru dengan segala keterbatasannya.


“Semoga saja dengan langkah yang kita ambil ini tidak ada lagi penambahan kasus kekerasan, walaupun terjadi minimal semua kasus dapat kita tangani,” ujar Dr Cipta mengakhiri.


Selain sosialisasi kekerasan perempuan dan anak, juga digelar sosialisasi terkait tindak pidana perdagangan orang, dengan narasumber Asikin Ngile, H Sulaiman dan Yansyah Fauji.


(Her)

3 tampilan0 komentar