Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Kalsel Tahun 2020 Menurun

TERAS BANUA, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan merupakan sebuah fenomena tahunan yang sering terjadi setiap tahunnya. Baik itu yang disebabkan faktor alam yaitu musim kemarau ataupun ulah tangan nakal manusia yang sengaja membakar untuk membuka lahan.

Pemerintah selalu waspada terhadap bahaya api, sebab dampak negatif yang ditimbulkan sangat merugikan diantaranya gangguan kesehatan, kerusakan hutan, terganggunya sistem transportasi, perdagangan, industri hingga pariwisata.


Namun kali ini, sejak Januari hingga akhir tahun 2020, pembakaran hutan dan lahan mengalami penurunan di wilayah Kalimantan Selatan.


Hal tersebut, diungkapkan Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra, seusai acara penandatanganan MoU dari Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan Bersama industri kayu dan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) adakan kerjasama untuk revolusi hijau di Kalsel.


"Kalau luas hutan terbakar jauh lebih kecil sekarang, dalam kawasan tidak lebih dari 25 hektar," ucap Fathimatuzzahra, Selasa (29/12/2020).


Turunnya angka kebakaran hutan dan lahan di Kalsel, disebabkan kesigapan pihaknya dalam melakukan pemantauan di lokasi setiap harinya.


"Kita lakukan patroli setiap hari, sehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan kita langsung bergerak," tuturnya.


Selain itu, Peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) juga aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat terhadap akan bahayanya dari dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut.


"Paling aktif mensosialisasikan kebakaran kepada masyarakat, terlihat dari spanduk sekarang banyak itu ditemukan. Kepala desa atau lurahnya juga yang sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan pencegahan kebakaran lahan dan hutan, serta salah satunya terbantu musim hujan untuk saat ini," terangnya.


Atas partisipasi dalam pencegahan terjadinya pembakaran hutan dan lahan, Dishut Provinsi Kalsel, memberikan penghargaan kepada MPA yang telah berperan aktif dalam KPH di wilayah masing-masing.


"Paling tidak memberikan sebuah penghargaan apa yang telah mereka lakukan itu bermanfaat untuk kita semua," tutupnya.


(Hamdiah)

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua