Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pemprov Kalsel Gerak Cepat Tangani Dan Persiapan Hadapi Lonjakan

terasbanua.com, Banjarmasin - Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan akhir-akhir ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bergerak cepat untuk melakukan penanganan Covid-19.

"Kita berapa hari ini memutuskan beberapa kebijakan yang diambil oleh Satgas Covid-19 Kalsel dalam menghadapi kenaikan kasus yang cukup tinggi dibandingkan dengan dua Minggu terakhir," ucap Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, usai melaksanakan Rakor Kontijensi dan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kalsel bersama Forkopimda Pemprov yang digelar di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri, Rabu (7/7/2021)


Kebijakan tersebut diantaranya, melakukan pengawasan dan pengetatan jalur masuk Kalsel. Baik itu jalur udara, darat, maupun laut. Bagi masyarakat yang hendak memasuki Kalsel wajib membawa hasil test swab negatif.


"Ini nanti di bandara, pelabuhan akan memeriksa surat PCR nya untuk masuk di Kalsel dan pak Kapolda akan meminta jajaran diperbatasan darat untuk melakukan pemeriksaan diperbatasan-perbatasan antara Kalsel dengan Kalteng dan Kaltim," tuturnya.


Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga terus diperpanjang bagi daerah-daerah yang masih berstatus zona orange dan kuning.


"Karena sebagian besar kabupaten di Kalsel masih berzona orange dan 4 kuning, sehingga berlaku PPKM Mikro sampai dengan 50 persen kegiatan," ujarnya.


Selain itu, setiap mengelar kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan tentunya kapasitasnya hanya 50 persen diberlakukan.


"Dan tadi juga saya sudah meminta kepada tempat-tempat publik agar membatasi sampai dengan 50 persen saja dalam kegiatan," tambahnya.


Berdasarkan data terakhir, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel sudah menyentuh angka 50 persen.


"Bor ICU kita sudah mencapai 51,1 persen. Artinya kapasitas ICU kita sudah terpenuhi 50 persen lebih. Bahkan di 2 RS Bor ICU nya sudah 100 persen. Kemudian untuk Bor Isolasi di RS huniannya sudah mencapai 44,9 persen," paparnya.


Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama jajaran kepolisian akan kembali mengalakkan disiplin protokol kesehatan terutama pengunaan masker yang mana saat ini masih banyak masyarakat yang dijumpai tak mengunakan masker saat keluar rumah.


"Pak Kapolda nanti akan meminta jajaran agar disiplin prokes, terutama penggunaan masker terus ditingkatkan karena pertahanan kita supaya jangan terpapar adalah dengan menggunakan masker di semua kegiatan," tandasnya.


Selain itu, program vaksinasi juga terus gencar dilakukan di tengah masyarakat, guna menumbuhkan herd immunity masyarakat Kalsel.


Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, menuturkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan Pj Gubernur Kalsel tentunya sebagai langkah Pemprov Kalsel dalam menghadapi peningkatan kasus Covid-19 akhir-akhir ini.


"Intinya adalah untuk mencegah sekuat-kuatnya penyebaran Covid-19 di Kalsel," ujarnya.


Pihaknya juga akan melakukan simulasi-simulasi yang diperlukan dalam menghadapi lonjakan tajam kasus Covid-19 apabila terjadi nantinya.


"Seperti kesiapan tenda darurat, oksigen, nakes, alkes, obat-obatan, mobilisasinya dan lain-lain termasuk peran-peran relawan. Kita akan segera wujudkan itu untuk simulasi-simulasi dan para pihak-pihak agar melaporkan pada gubernur dalam waktu sesingkat-singkatnya agar bisa melihat kesiapan mereka dan bisa mengevaluasi apabila perlu dilakukan perbaikan," akhirnya.


(Hamdiah)

15 tampilan0 komentar