Kasus Covid-19 Ditemukan di Sekolah, Kadinkes Minta Peran Satgas Covid-19 di Sekolah Lebih Aktif

terasbanua.com, Banjarmasin - Adanya penemuan kasus terpaparnya virus Covid-19 di lingkungan sekolah baru-baru ini.



Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi pun meminta kepada pihak sekolah untuk lebih mengaktifkan Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah.


"Peranan Satgas Covid-19 di sekolah itu membantu Tim Satgas Covid-19 Banjarmasin terutama dalam penegakan protokol kesehatan," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (31/1/2022).


Seperti diketahui sebelumnya, penularan virus asal Cina ini melalui saluran pernafasan dan terbilang cepat. Sehingga apabila ada siswa yang tertular maka cepat sekali menyebarkan ke siswa lainnya.


Maka dari itu, sangat diperlukan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di sekolah-sekolah oleh Satgas Covid-19 kepada siswa yang mengikuti pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).


"Itu salah satu syarat rekomendasi kita memberikan izin PTM karena di sekolah ada Satgas Covid-19 yang aktif melaksanakan protokol kesehatan," terangnya.


Disisi lain, Jubir Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin ini menilai, pembentukan herd immunity di Banjarmasin sudah mulai terbentuk dengan baik saat ini. Terlihat dari banyaknya laporan siswa yang terpapar Covid-19, namun tidak menunjukkan gejala (OTG).


"Meskipun kena Covid-19 tapi karena sudah terbentuk antibodi sehingga tidak menyebabkan gejala fatal pada anak karena antibodi anak sudah terbentuk dengan baik," akhirnya.


Melihat kondisi tersebut, ia pun meminta seluruh masyarakat terutama lansia dan anak untuk segeranya melakukan vaksinasi. Guna melindungi diri dari terpapar virus Covid-19.


Secara terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menuturkan bahwa jika kasus siswa terpapar Covid-19 di sekolah terjadi lebih masif lagi ke depannya.


Maka tidak menutup kemungkinan seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disidik) Kota Banjarmasin akan kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara online kembali.


"Ya memang harus kita antisipasi, kalau memang terjadi penularan makin banyak bisa saja kita segera ambil keputusan untuk PJJ kembali," tuturnya.


Mengingat saat ini hanya ada tiga sekolah yang melaporkan siswanya terpapar virus Covid-19. Pelaksanaan PJJ pun hanya diberlakukan pada tiga sekolah tersebut saja untuk sementara waktu. Sementara sekolah lainnya, tetap melaksanakan PTM seperti biasa.


Adapun tiga sekolah yang dimaksud ialah, SMPN 1 Banjarmasin, SMPN 2 Banjarmasin dan SMPN 19 Banjarmasin.


(Hamdiah)

4 tampilan0 komentar