• Krisna

Kapolres Tabalong Beberkan Kasus Menonjol Sepanjang Tahun 2021

terasbanua.com, Tabalong - Polres Tabalong menggelar jumpa pers akhir tahun 2021 di Aula Praja Utama Polres Tabalong pada selasa (28/12/2021) lalu dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin.



Dalam jumpa pers tersebut Kapolres Tabalong didampingi Wakapolres Tabalong Kompol Reza Bramantya dan Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Mujiono berserta Pejabat Utama Polres Tabalong mengungkapkan paparan hasil pencapaian kinerja Polres tabalong di tahun 2021, yang berkaitan dengan tindak pelanggaran dan kasus tindak pidana.


Kapolres Tabalong menjelaskan jumlah tindak pidana pada tahun 2021 sejumlah 165 kasus dibanding tahun 2020 sejumlah 197, sehingga mengalami trend penurunan 16 persen.


Sehingga untuk penyelesaian tindak pidana tahun 2021 sejumlah 142 kasus dibanding tahun 2020 sejumlah 164 kasus sehingga trend kasus mengalami penurunan 13 persen.


"Untuk kasus kejahatan tindak pidana rata rata mengalami penurunan di tahun 2021 ini," ucap Kapolres Tabalong. Jumat (31/12/2021).


Selanjutnya, jumlah total tindak pidana penyalahgunaan narkoba tahun 2021 sejumlah 87 kasus dibanding tahun 2021 sejumlah 83 kasus, sehingga trend kasus mengalami kenaikan 5 persen.


Total Barang bukti narkoba yang disita petugas jenis sabu - sabu seberat 271,45 gram dan 3,76 gram narkoba jenis ekstasi dilanjutkan 3.289 butir obat zenith, 103 buah Hp, 22 unit kendaraan roda dua, 5 unit kendaraan roda empat dan uang tunai sebesar Rp 13.226.000,- pada tahun 2021.


"Kasus yang menonjol pada Tahun 2021 adalah penemuan mayat bayi di Sungai Tabalong Desa Bangkiling RT 07 Kecamatan Banua Lawas yang terjadi pada tanggal 16 Desember 2021, yang kini perkembangan kasusnya masih dalam proses penyelidikan," terangnya.


Selain itu, ada juga Kasus penganiayaan di Desa Ampukung, Kelua pada Kamis, 23 (12/12/2021) yang menyebabkan korban mengalami luka berat dibagian kepala. Perkembangan kasus masih proses penyelidikan.


Dan yang terakhir Kasus tindak pidana ITE yang dilakukan oleh EP (32) warga Desa Kapar, Murung Pudak. Yang diketahui postingan di media sosial di akun Facebook atas nama Muhammah Musthafa Kemal milik EP yang membuat postingan dugaan SARA, sehingga viral di media sosial.


"EP sudah ditangkap dan ditahan di Polres Tabalong yang perkara masih dalam proses sidik serta menunggu ahli ITE dan Observasi Psikologi dari tim Polda Kalsel," ungkapnya.


Selanjutnya keberhasilan pengungkapan kasus menonjol 2021 adalah penangkapan 2 pria yang diduga pelaku tindak pidana pemerkosaaan terhadap korban anak dibawah umur yang terjadi bulan Maret 2021 dengan TKP Gunung Batu, Murung Pudak.


"Kami berhasil menangkap seorang bapak yang diduga pelaku cabul pada Bulan April 2021, Dimana korban adalah anak tiri pelaku KDRT yang menyebabkan sang istri meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa terjadi pada bulan Juli 2021 di Wilayah Kecamatan Kelua," beber Kapolres.


Serta tangkap pelaku pembunuhan yang disertai penganiayaan di Kelurahan Hikun, Tanjung yang terjadi pada Bulan Nopember 2021.


"Dan kasus menonjol perkara penyalahgunaan narkoba kepada 2 oknum lapas Tabalong pada bulan Agustus 2021 dan penangkapan Sdr. FRI alias Panji (31), warga Hikun, Tanjung pada bulan September 2021, dalam penangkapannya petugas menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 44,74 gram," ungkapnya.


Untuk diketahui, selain kejahatan laka lantas tahun 2021 diketahui ada sebanyak 32 kasus dibanding tahun 2020 sejumlah 31 kasus maka trend kasus mengalami kenaikan 3 persen.


Korban meninggal dunia 23 orang pada tahun 2021 dibanding 13 orang tahun 2020 maka trend mengalami kanaikan 10 kasus atau 43 persen.


Dari data Total pelanggaran lalulintas 1.319 Tilang tahun 2021 dibanding 3.756 Tilang tahun 2020 maka trend mengalami penurunan 2.437 Tilang atau 63 persen, kemudian denda Rp 252.435.000,- pada tahun 2021 dibanding Rp 463.345.000,- tahun 2020 maka trend mengalami penurunan Rp 210.910.000,- atau 54 persen.


(Krisna)

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua