• Krisna

Kampanye Hitam Berbau SARA Dan Fitnah, Tim Hukum Ibnu-Arifin Tidak Segan Polisikan Jurkam AnandaMu

terasbanua.com, Banjarmasin - Setelah pada Rabu (14/4/2021) lalu tim hukum pasangan calon (paslon) Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina - Arifin Noor kembali mendatangi Bawaslu Kota Banjarmasin untuk melapor terkait adanya dugaan Kampanye Hitam (Black Campaign), yang dilakukan paslon Wali Kota Banjarmasin no urut 4 Ananda - Mushaffa.

Kampanye hitam itu diketahui dilakukan oleh salah seorang juru kampanye (jurkam) paslon Ananda - Mushaffa berinisial UAS.


Berdasarkan transkrip rekaman suara UAS dalam kampanye hitam tersebut diketahui berkali kali UAS mengucap nama paslon nomor urut 4 AnandaMu dan UAS juga diketahui aktif di setiap postingan medsos AnandaMu serta selalu berkomentar berbau dukungan.


"Orang ini sepertinya seorang penceramah dan saat pilwali Banjarmasin yang lalu mendukung paslon nomor urut 1," ucap salah satu anggota Tim Hukum paslon Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina - Arifin Noor, Kurniawan Putra. Jumat (16/4/2021).


Tak hanya berhenti dengan laporan di Bawaslu, menanggapi kampanye hitam itu tim hukum paslon nomor urut 2 tidak akan segan segan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.


Kurniawan Putra, salah satu anggota tim hukum paslon Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina - Arifin Noor menilai apa yang dilakukan jurkam dari paslon 04 itu mengarah kepada fitnah berlebihan dan berbau SARA.


"Kita akan terus kumpulkan bukti, saat ini sudah ada beberapa bukti termasuk transkrip percakapan dan isi ceramah agama antara si tokoh agama tersebut yang diduga jurkam paslon 04, bersama warga di Kelurahan Mantuil, wilayah PSU nanti," terangnya.


"Langkah tersebut kami lakukan agar tidak ada fitnah diantara kita, setelah terkumpul maka akan secepatnya," lanjutnya.


Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu terlapor UAS untuk meminta maaf secara terbuka serta mencabut pernyataan fitnah dan SARA yang sudah dilontarkannya.


"Mungkin kita akan berlaku baik jika dia meminta maaf dengan terbuka dan menarik kata katanya yang mengandung fitnah dan SARA itu," pungkasnya.


(Krisna)

59 tampilan0 komentar