Kalsel Mulai Terapkan PPKM, Ada Beberapa Poin Penting Yang Perlu Diperhatikan

TERAS BANUA, BANJARBARU - Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan istilah baru PPKM (Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), dimulai hari ini sampai tanggal 25 Januari mendatang, tentunya membuat masyarakat sedikit sedikit kecewa.

Pasalnya, pada PSBB beberapa waktu lalu telah membuat perekonomian di tengah masyarakat menurun. Hal tersebut terjadi karena faktor kebijakan yang dibuat pemerintah, cukup merugikan masyarakat, terutama masyarakat kecil.


Mengenai hal tersebut, ditekankan oleh Gubernur Kalsel, bahwa PPKM dan PSBB adalah dua hal yang berbeda walaupun sama persis.


"Untuk PPKM sudah jelas, dan memang juga hampir nyaris sama, tapi lebih longgar. Tapi karena kita ingin menjaga perekonomian kita tetap tumbuh dalam suasana Covid-19 ini," katanya saat menemui awak media seusai kegiatan di Command Center, Sekretariat Provinsi (Setdaprov) Kalsel, Banjarbaru, Senin (11/1/2021).


Mulainya penerapan PPKM di Kalsel, paman Birin sapaan akrabnya, meminta kepada masyarakat untuk lebih mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kalsel.


"Kepada masyarakat yang penting kita kembali yang namanya menjaga jarak, cuci tangan," ucapnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk pentingnya menjaga imun tubuh dengan berolahraga dan menjaga suasana hati untuk tidak gampang stres dan cemas.


"Kita harus bersama-sama membangkitkan semangat dan imun karena ini yang bisa melawan Covid-19 ini," tuturnya.


Selain mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Masyarakat juga di minta agar lebih sabar dalam menghadapi situasi seperti ini yang entah kapan berakhirnya. Tak lupa dirinya juga mengajak masyarakat untuk selalu berdoa kepada yang Maha Kuasa agar musibah ini segera berakhir.


"Tetap bersabar karena ini kondisi bencana dunia dan kita berdoa semoga pandemi ini cepat berlalu," pintanya.


Sebelumnya, ketetapan PPKM sendiri berdasarkan pada instruksi Mentri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.


Instruksi dikeluarkan setelah mencermati kasus Covid-19 di daerah Jawa dan Bali yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang kian meningkat.


Sebagai penyesuaian dan juga memperhatikan lonjakan kasus di Kalsel, Pemerintah Kalsel pun mengikuti instruksi Pemerintah Pusat dengan mulai menerapkan PPKM di Kalsel.


Dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Pemrpov Kalsel, ada beberapa poin  penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dalam PPKM yang dilaksanakan.


Yakni, membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan Work Form Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.


Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan secara daring/online.


Sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.


Melakukan pengaturan pemberlakukan pembatasan seperti, kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25 persen) dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 19.00 Wib, dan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 19.00 Wib


Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.


Serta mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.


(Hamdiah)

5 tampilan0 komentar