Kadisdikbud Minta Pembelajaran Tatap Muka 2021 Perlu Dipertimbangkan Dengan Matang

Diperbarui: 27 Nov 2020

TERAS BANUA, BANJARBARU. Pembelajaran tatap muka di kota Banjarmasin rencananya akan dimulai pada awal tahun 2021 dan telah melakukan simulasi, mengenai itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Yusuf Efendi menghimbau untuk mempertimbangkan kebijakan tersebut dengan baik.


Kadisdikbud Minta Pembelajaran Tatap Muka 2021 Perlu Dipertimbangkan Dengan Matang
Simulasi tatap muka siswa SMP di Banjarmasin

“Coba di evaluasi dulu kalo memang belum kondusif ya jangan dulu, lebih baik bersabar" Jelasnya, saat di temui di ruang kerjanya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (26/11/2020).


Mengingat kondisi kasus positif di Kalsel terutama kota Banjarmasin masih mengalami turun naik, sehingga penyebaran covid-19 masih rentan terjadi, selain itu sebagian wilayah di kota Banjarmasin belum sepenuhnya zona hijau.


"Di Kalsel masih ada beberapa zona orange, tunggu sampai semuanya kondusif dan zona hijau” ungkapnnya


Ia juga menyarankan walaupun diperbolehkannya pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau alangkah baiknya menunggu sampai pandemi covid-19 ini melandai dan semua daerah benar-benar berzona  hijau karena dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) juga sifatnya tidak wajib.


Tentunya kebijakan ini berlaku sesuai dengan situasi dan kondisi daerah yang memang dianggap bisa menerapkan pembelajaran tatap muka.


"Diperbolehkan pembelajaran tatap muka memang kabar yang baik. Namun perlu dipertimbangkan dengan matang apabila itu membahayakan lebih baik tetap pembelajaran online (daring) saja" Ucapnya.


Diketahui sebelumnya kota Banjarmasin telah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMP sejak 16 November lalu, selain itu kabupaten Hulu Sungai Selatan pun sama.


(Hamdiah)

24 tampilan0 komentar