Kadinkes Berdalih Tanda Tangan Dalam Proposal Permohonan Sumbangan HKN Bukan Dirinya

terasbanua.com, Banjarmasin - Terus berdalih terkait dugaan pungutan liar yang saat ini sedang hangat diperbincangkan.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi (tengah) didampingi Ketua Panitia Pelaksana HKN, Yanuar Diansyah (kanan) dan Dirut RSUD Sultan Suriansyah, Syauqani (kiri).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi kembali membuat kebingungan awak media atas pernyataannya usai memenuhi panggilan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Jumat (19/11/2021) siang.


Kepada awak media, Machli mengaku tidak mengetahui jelas terhadap isi dari proposal permohonan sumbangan itu.


Dimana dalam proposal itu disebutkan nominal minimal yang diminta panitia penyelenggara HKN kepada seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Banjarmasin.


Malahan dirinya menilai, penyebutan nominal dalam proposal tersebut merupakan kesalahan dari redaksi yang telah membuat proposal itu.


"Itu kesalahan redaksi. Sumbangan yang diminta sifatnya sukarela, tidak harus sesuai nominal," ucapnya kepada awak media.


Lebih anehnya lagi, Machli mengaku bingung mengapa ada tanda tangan serta stempel Dinkes dalam proposal itu. Padahal dirinya tidak merasa telah melakukan hal tersebut.


"Jujur saja baru tahu setelah ada berita. Kok ada tanda tangan saya," pungkasnya.


Terindikasi adanya penyalahgunaan tanda tangan atas dirinya. Ia akan coba untuk menelusuri oknum panitia yang telah mengunakan tanda tangannya tanpa sepengatahuan dirinya.


"Nanti saya telusuri dulu," tandasnya.


Tidak terhenti disitu, lebih mengejutkan lagi dirinya tidak mengetahui pasti total keseluruhan sumbangan yang telah terkumpul. Meskipun acara HKN telah selesai pada 12 November 2021 lalu.


"Ya itu masih belum menerima berapa totalnya," akhirnya.


Diketahui, ini bukan merupakan kali pertama Dinkes tersandung masalah. Sebelumnya Dinkes sempat tersandung masalah karena  memperingati HKN tahun 2020 lalu dengan euforia hingga menimbulkan kerumunan.


(Hamdiah)

79 tampilan0 komentar