Kabar Akan Ada Demo di Pelabuhan, Polisi Tegaskan Akan Bubarkan Karena Tidak Sesuai Aturan

terasbanua.com, Banjarmasin - Beredar kabar melalui pesan berantai di medsos bahwa para sopir akan melakukan demo tentang kelangkaan BBM di kawasan Simpang Wijaya depan pintu masuk pelabuhan peti kemas dan Pelabuhan Martapura Lama pada Rabu (23/2/2022) nanti.


Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Polresta Banjarmasin, Kompol Aryansyah

Menanggapi hal tersebut Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Polresta Banjarmasin, Kompol Aryansyah dengan tegas akan membubarkan semua aksi yang dilakukan di kawasan pelabuhan.


Bukan tanpa dasar, ketegasan tersebut dilakukan karena aksi di pelabuhan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Aspirasi di Muka Umum.


Dalam aturan tertulis tentang beberapa kawasan yang dilarang melakukan demo salah satunya adalah pelabuhan.


"Mengimbau pada supir agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang memanfaatkan kesempatan demo di pelabuhan. Karena tata cara melakukan demo sudah diatur," imbau Kapolsek KPL Banjarmasin. Senin (21/2/2022).


Selain itu dijelaskan oleh Kapolsek, bahwa semua akan diberikan sanksi jika melawan. Contohnya seperti korlap yang menyewakan kendaraan, yang memberi makan, yang menyewakan sound sistem, terutama jika ada tokoh intelektual, semua akan diambil.


"Kalau tetap nekat demo di pelabuhan, maka berdasarkan undang undang akan kita bubarkan paksa dan jika melawan akan kita pidanakan karena mengganggu tugas serta pidana yang berbeda berdasarkan peran individunya," tuturnya.


Namun, meskipun adanya ketegasan itu, ia menjelaskan itu bukan bukan berarti karena petugas tidak pro dengan sopir. Namun itu dilakukan untuk menegakan aturan dan meminta para supir untuk mengikuti tata cara berdemo yang telah diatur dalam undang-undang.


"Kami ini pelayan kalian semua, kami selalu menangani berbagai laporan dan masalah supir, jadi kami minta jangan kira kami tidak mendukung, salah kalau ada yang mengira begitu," terangnya.


"Kami jaga mereka, kami atur, maka dari itu tolong, kita sama sama menjaga tidak boleh ada demo di pelabuhan, boleh demo namun sesuai dengan aturan," lanjutnya.


Diakhir, sekali lagi Kompol Aryansyah menegaskan jika ada demo maka pasti pihaknya bubarkan dan yang melawan akan ditangkap.


Selain karena aturan, Kapolsek menjelaskan pelabuhan adalah tempat perekonomian, kalau ini terhambat kasian saudara saudara didaerah lain, jika disini terganggu maka banyak tempat lain terganggu.


"Bukan mau kami, tapi ini amanat undang undang untuk kami agar menjaga pelabuhan demi ekonomi tetap stabil. Maka dari itu mudah mudahan ini dapat jadi pertimbangan para supir yang ingin melakukan unjuk rasa," pungkasnya.


(Krisna)

28 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua