• Krisna

Jual Elpiji Melon 20 Ribu, 217 Tabung Elpiji di Pangkalan Disita Polisi

terasbanua.com, Banjarmasin - Diketahui sebelumnya pada Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 16.20 Wita, Satreskrim Polresta Banjarmasin telah melakukan penindakan terhadap pangkalan elpiji 3 kg Barliyani yang beralamat di Jalan Kapur Naga 1 RT 16 RW 02 No 03, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Banjarmasin, Ipda Famda Ega. Foto: Krisna.
Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Banjarmasin, Ipda Famda Ega. Foto: Krisna.

Dari informasi masyarakat sekitar pangkalan tersebut dilaporkan memperdagangkan gas elpiji 3 kg bersubsidi melebihi harga eceran tertinggi (HET).


Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi mengatakan berdasarkan informasi masyarakat, pengelola yang berinisial SN terkadang ketika warga sekitar ingin membeli dengan harga biasa kadang tidak dikasih namun saat warga luar yang membeli dengan harga tinggi baru ia mau.


"Oknum seperti ini akan kami tindak tegas," ucap perwira menengah berpangkat melati satu tersebut.


Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin juga menjelaskan pasokan gas ke pangkalan yang dikelola oleh SN itu untuk sementara waktu dihentikan.


"Karena yang bersangkutan kooperatif, SN diskors pihak Pertamina dan dikenakan wajib lapor namun untuk perkaranya tetap berjalan," terangnya.


Sementara itu Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Banjarmasin, Ipda Famda Ega menjelaskan bahwa pangkalan tersebut menjual gas elpiji 3 kg seharga Rp 20.000 melebihi HET.


"Harga yang seharusnya Rp 17.500 namun mereka menjual dengan harga Rp 20.000 melebihi HET," Terang Ipda Famda Ega.


"Pangkalan SN sudah melakukan hal itu sejak setahun yang lalu," tambahnya.


Diketahui dalam penindakan tersebut petugas menyita sebanyak 217 tabung gas elpiji 3 kg dan 4 tabung gas kosong elpiji 3 kg. Selain tabung gas petugas juga menyita log book, surat perjanjian serta papan nama pangkalan tersebut.


Atas perbuatan SN dapat dijerat oleh Pasal 62 Ayat 1 (jo) Pasal 10 Huruf A UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.


"Dimana hukumannya tertulis pidana penjara 7 tahun dan denda sebanyak Rp 2 Miliar," tutup Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Banjarmasin.


(Krisna)

9 tampilan0 komentar