Jika Warga Menolak Vaksin Ada Sanksi yang Menanti

terasbanua.com, Banjarmasin - Bagi mereka yang terdaftar sebagai penerima vaksin. Namun menolak disuntikan maka akan ada sanksi yang menanti.

Proses penyuntikan vaksin Sinovac kepada warga dari petugas kesehatan(dokumentasi)

Hal tersebut dibeberkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi kepada awak media usai rapat percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kantor Dinkes Kota Banjarmasin, Senin (27/9/2021) kemarin.


Menurutnya ketentuan tersebut, berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid-19.


Dalam aturan tersebut, menyebutkan bahwa bukti sudah vaksin menjadi persyaratan penting dalam mengurus beberapa hal.


"Mempersyaratkan vaksinasi bagi masyarakat yang berurusan di kantor-kantor pemerintah. Misalnya memperpanjang KTP, Kartu Keluarga, perpanjangan SIM, membuat SKCK, BPJS, perizinan dan lainnya," ucap Machli.


Tak hanya itu, syarat ini juga berlaku untuk masyarakat yang hendak memasuki kawasan mall.


Kapan mulai diberlakukan kewajiban syarat tersebut di Banjarmasin? Machli membeberkan bahwa saat ini pihaknya masih mengusulkan hal tersebut kepada Wali Kota Banjarmasin.


"Itu persyaratan yang diusulkan untuk ditetapkan dengan surat edaran Wali Kota. Ini hanya memberlakukan peraturan dari presiden," tuturnya.


Kendati demikian, persyaratan ini tidak berlaku pada warga yang tidak bisa bervaksin karena memiliki penyakit komorbid.


"Pengecualian bagi mereka yang kontra dengan vaksinasi karena komorbid. Jadi tidak berlaku serta merta lah," pungkasnya.


Adapun sanski bagi mereka yang menolak vaksinasi padahal target sasaran vaksinasi dapat dijatuhi sanksi administratif dan lainnya.


"Sanksi hak mendapatkan BPJS itu bisa dicabut," imbuhnya.


(Hamdiah)

15 tampilan0 komentar