Jembatan Terputus, Warga HST Siapkan Penyeberangan Darurat dari Lanting

terasbanua.com, Barabai - Banjir yang menerjang Hulu Sungai Tengah (HST) mengakibatkan sejumlah jembatan gantung terputus. Terutama yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Hantakan yang menuju Kota Barabai.

Warga dari Desa Baru-Waki menyebrangi sungai menggunakan lanting berkatrol, Sabtu (6/2/2021).Foto-terasbanua.com

Berdasarkan data BPBD HST per 5 Februari 2021 tadi, se Kabupaten HST ada 85 jembatan yang rusak akibat banjir. Mulai dari rusak hingga terputus.


Ambil contoh di Desa Alat Kecamatan Hantakan dan Desa Baru-Waki Kecamatan Batu Benawa. Kedua kecamatan yang pertama kali dihantam banjir bandang pada Rabu malam (13/1/2021) lalu ini membuat jembatan gantung rusak hingga terputus.


Di Waki, ada 4 jembatan gantung yang terputus. Jembatan itu menghubungkan Desa Waki dengan Desa Batu Tunggal, Hantakan.


Jembatan itu menjadi akses utama warga untuk bepergian terutama untuk ke ladang atau perkebunan.


"Terutama mereka yang menyadap karet," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Baru-Waki, Nurhidayah, Minggu (7/2/2021).


Dengan penyeberangan tersebut, warga bisa memanfaatkan waktu tanpa harus keliling jauh-jauh hanya untuk menyeberang.


Namun kini kondisi jembatan itu luluh lantak. Hanya terlihat tunggul dan kayu yang terlantar di tepi sungai. Aktivitas warga pun menjadi terganggu.


Para relawan dan warga bahu-membahu membuat penyebrangan darurat. Supaya memudahkan warga menyebrangi sungai.


Sejumlah titik jembatan yang rusak, sudah dibuat beberapa penyebrangan darurat. Rata-rata terbuat dari lanting atau rakit bambu.


Di Waki misalnya. Relawan dan warga membuat lanting terikat dengan tali tambang. Mempermudah teknis penyebrangannya, dipakailah katrol pada tali tambang tadi.


Salah satu warga, Sahrani menyebutkan jembatan darurat itu mulai bisa digunakan warga pada hari ke dua pascabanjir. Atau sejak Jumat (15/1/2021).


Untuk mengoperasikannya pun tidak ada petugas khusus. Orang tua hingga anak-anak nampak terbiasa mnggunakan penyeberangan darurat itu.


Bobot maksimal untuk lanting katrol ini hanya bisa menampung 5 orang.


"Jika arus deras dan naik, rakit ini tidak bisa dipakai," tutup Sahrani.


(Asl)

1 tampilan0 komentar