• Krisna

Jembatan 'Basit' Berpotensi Jadi Destinasi Wisata, BLF Ingatkan Antisipasi Sejak Dini

terasbanua.com, Banjarmasin - Akses Jembatan Sei Alalak yang sebelumnya disebut sebut masyarakat sebagai Jembatan Basit dibuka untuk uji coba pembukaan lalu lintas, tentunya banyak masyarakat yang sudah lama menantikan jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Batola tersebut untuk segera dilintasi.

Khususnya warga Barito Kuala (Batola) yang ingin menuju Banjarmasin dan begitu pun sebaliknya yang sering terjebak macet di jalan alternatif tembus Perumnas.


Kabar tersebut menjadi berita baik bagi semua pihak, salah satunya Borneo Law Firm (BLF) yang sebelumnya sempat mengirimkan surat keberatan dan meminta agar jembatan tersebut dibuka.


Menanggapi kabar tersebut, Direktur BLF Muhamad Pazri berpendapat bahwa perlu adanya petugas yang standby berjaga di sekitar jembatan mengingat besarnya antusias masyarakat atas pembukaan ini.


"Alhamdulillah sudah dibuka Jembatan Alalak, saya mengigatkan perlu nanti menempatkan petugas yang berjaga stand by mengawasi serta untuk merekayasa lalu lintas secara terus menurus di sekitar lokasi Jembatan Alalak baik dari sisi Banjarmasin dan Batola," ucap Direktur Borneo Law Firm. Senin (27/9/2021).


Selain warga sekitar, kawasan Jembatan Sei Alalak tersebut juga terlihat ramai dikunjungi oleh warga yang ingin ingin melihat langsung bentuk jembatan pertama yang memiliki struktur melengkung di Indonesia tersebut.


"Ini pasti akan sangat banyak warga yang ingin mengabadikan momen dengan berfoto," tutur Pazri.


"Jadi di atas Jembatan Alalak atau di sekitar jembatan menurut saya boleh saja namun untuk keselamatan dan kelancaran lalu lintas harus diingatkan untuk tidak memarkirkan kendaraan diatas jembatan atau parkir sembarangan," lanjutnya.


Ia mengatakan pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi mengingat jembatan tersebut sudah viral dan berpotensi bisa menjadi destinasi wisata terbaru.


"Menurut saya, karena sebelumnya sudah viral ini akan menjadi destinasi wisata baru.  Perlu segera diantisipasi, karena semakin banyak pengunjung akan mendorong tumbuhnya bangunan-bangunan liar seperti para pedagang yang menjual makanan dan minuman disekitar jembatan," terangnya.


"Karena itu, mulai dari sekarang Satker Pelaksana Jembatan perlu nanti bekerjasma bekerjasama dengan pihak pihak terkait guna menata kawasan di sisi jembatan, agar lebih tertata, terencana dan sudah diantisipasi diawal," pungkasnya.


Untuk diketahui, Jembatan Sei Alalak yang baru saja dibuka tersebut sebelumnya disebut sebut Jembatan Basit, hal itu karena ulah rombong yang mengatas namakan 'Ading Basit' bisa melintasi jembatan Sei Alalak yang saat itu masih ditutup dan tidak boleh diakses oleh masyarakat umum.


Akibat kejadian tersebut, masyarakat pun mulai membuar parodi tentang ading Basit dan menyebut jembatan tersebut sebagai Jembatan Basit yang bahkan di google maps pun sempat tertulis Jembatan Basit sebelum akhirnya kembali berganti ke nama sebenarnya.


(Krisna)

16 tampilan0 komentar