Jembatan Antasan Bromo Masih Tutup, Warga Menyayangkan Penutupan Jembatan

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Tepat delapan hari peresmian Jembatan Antasan Bromo, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, beberapa waktu lalu.

Jembatan Antasan Bromo masih ditutup untuk umum

Walaupun telah ditutup setelah peresmian tersebut, masih terlihat sejumlah warga yang berkunjung ke Jembatan Antasan Bromo. Bahkan ada yang rela datang dari  jauh hanya ingin menghilangkan rasa penasaran terhadap fasilitas umum yang baru rampung ini.


Seperti, Nurul, satu pengunjung yang berasal dari Landasan Ulin yang berkunjung ke Jembatan Antasan Bromo karena melihat di sosial media, hingga menimbulkan rasa penasarannya dan ingin melihat langsung. Walaupun tahu ditutup dirinya dan teman-temannya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.


"Sebenarnya sudah tahu kalau jembatan ditutup, tapi karena penasaran ya kami kesini, itu pun sekalian ada keperluan di daerah sini karena searah. Tadi izin naik sebentar buat foto tapi tetap tidak diperbolehkan," ucapnya.


Kendati demikian, rasa kecewanya bisa terobati karena diperbolehkan foto-foto disekitar Jembatan Antasan Bromo.


"Boleh foto-foto di depan kalau naik kan tidak boleh," ujarnya


Sementara itu, salah satu keluarga yang berkunjung merasa menyayangkan pengawasan jembatan ini karena di rasa berlebihan.


"Terlalu arogansi menurut saya yang jaga. Kalau kami dekatkan di Kayu Tanggi. Ya tidak terlalu mengecewakan karena tidak terlalu jauh. Tapi kasihan yang jauh, tadi saya sempat dengar ada yang dilarang itu kasihan sekali, sampai sumpah serapah dia, mungkin dari jauh kali ya," katanya Zulamd Permai, kepala keluarga ini.


Menurutnya, penutupan ini terlihat setengah-setengah saja, karena walaupun terpampang tulisan tutup tapi masyarakat diperbolehkan masuk di sekitaran kawasan jembatan.


"Seharusnya kalau mau tutup ya ditutup saja, jangan seperti ini seolah-olah memberikan kesempatan tapi nyatanya tidak. Boleh masuk tapi depan-depannya saja. Kasihan orang jauh yang berkunjung kesini. Kalau saya dekat ya tidak masalah," terangnya.


Selain itu, ia juga merasa penjagaan oleh pengawas keamanan kawasan Jembatan Antasan Bromo, kurang ketat karena ada beberapa orang yang diperbolehkan naik tapi bukan orang asli daerah tersebut.


"Kalau saya tidak mau jujur tadi bisa masuk, bilang saja saya orang asli sini. Kalau dilihat-lihat penjagaan juga kurang ketat masa ada yang boleh naik dan tidak. Tadi ada yang bawa anak, anaknya nangis diperbolehkan. Saya tahu itu wajar tapi sangat disayangkan kalau mau tutup ya tutup yang benar. Fasilitas ini juga dibangun dari dana pajak masyarakat dan tentunya tidak ada larangan pembatasan masyarakat berkunjung yang berkunjung" cetusnya.


Tidak tahu akan sampai kapan akan ditutup untuk umum. Namun ia berharap ada solusi baik dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan kunjungan di Jembatan Antasan Bromo ini.


Mengenai Jembatan Antasan Bromo ini juga tanpa disadari pemerintah sendiri yang telah memberi tahu masyarakat walau tanpa disadari.


"Kemarin peresmian itu kan jadi mengundang masyarakat luas? Kalau mau ya diam-diam saja seharusnya pembangunan ini biar masyarakat tidak kesini karena penasaran," pungkasnya.


Di balik itu semua, ia sebagai masyarakat yang taat akan peraturan tetap menghargai keputusan dari pemerintah walaupun dirasa sedikit kecewa.


"Disisi lain saya juga menghargai kebijakan ini tapi masih dirasa kurang saja. Apapun nanti ya saya tunggu kelanjutannya jembatan ini gimana nya dari pemerintah, karena masyarakat terus berkunjung," tandasnya.


(Hamdiah)

18 tampilan0 komentar