Jembatan Antasan Bromo Diresmikan, Namun Masih Ditutup untuk Umum

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Sempat viral beberapa waktu lalu, akhirnya Jembatan Antasan Bromo, di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, diresmikan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Senin (4/1/2021) pagi.

Wali Kota Ibnu Sina tanda tangani prasasti peresmian jembatan Antasan Bromo
Wali Kota Ibnu Sina tanda tangani prasasti peresmian jembatan Antasan Bromo

Didampingi Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Wali kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menandatangani prasasti Jembatan Antasan Bromo dan Prasasti RTH Bromo, serta pemotongan pita kembang dengan diakhiri pemantau langsung oleh Ibnu Sina terhadap fasilitas umum ini yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat sekitar.


"Saya ucapkan syukur Alhamdulillah, kita bisa meresmikan pemanfaatan pengunaan jembatan lintasan Bromo, Kelurahan mantuil. Ini merupakan cita-cita masyakarat daerah sini selama 20 tahun lalu. Alhamdulillah hari ini bisa kita wujudkan dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan pembangunan jembatan," kata Ibnu Sina kepada awak media usai peresmian.


Tak lupa Ibnu juga mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada pihak terkait yang sudah bekerja sama dengan baik hingga terbangunnya fasilitas umum yang tujuan utamanya untuk memudahkan akses masyarakat.


"Terima kasih juga kepada semua pihak yang sudah mendukung, terutama dari Dinas PUPR Banjarmasin, penyedia dan secara khusus ini diindikasikan untuk RTH serta arsitek dari jembatan yakni orang banua Almarhum Ari Pardeni yang di masa-masa sakit beliau sempat menyelesaikan desainnya," ucapnya.


Ia juga berharap infrastruktur ini bisa dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh warga kota Banjarmasin.


"75 tahun Indonesia merdeka, terutama warga pulau Bromo, Antasan Bromo, Tanjung Pandang, yang selama ini masih belum banyak tersentuh oleh pembangunan. Oleh karena itu mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebaik-baiknya," tuturnya.


Tentunya jembatan Antasan Bromo memudahkan akses penguna jalan dari masyarakat sekitar, yang sebelumnya untuk menyeberang ke daerah lain mengunakan kelotok.


"Ini bisa digunakan pejalan kaki, motor roda dua, dan bisa untuk emergency, karena mobil bisa lewat tapi khusus emergency saja," ujarnya.


Kendati demikian, walaupun sudah diresmikan, Ibnu menjelaskan untuk sementara Jembatan Antasan Bromo ditutup untuk umum. Guna menghindari adanya klaster baru dari penyebaran Covid-19 di sekitar kawasan yang pastinya menimbulkan kerumunan massa, sebab banyak masyarakat Kota Banjarmasin yang berkunjung.


"Jembatan ditutup karena tidak buka untuk umum, tapi untuk warga sekitar saja yang boleh. Jangan sampai masyarakat datang ke kawasan ini terjadi berkerumun," pungkasnya.


Lanjutnya, "Selama ditutup, pengawasan kita akan tempatkan Dishub dan Satpol PP untuk berjaga. Insya Allah dari dewan kelurahan dan warga sekitar sini sudah menjaga karena sejatinya ini adalah fasilitas publik yang harus dijaga bersama-sama" tutupnya.


Hal serupa juga diungkapkan, (Plt) Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Windiasti Kartika, bahwa Jembatan Antasan Bromo masih ditutup untuk umum.


"Sementara ini statusnya masih ditutup cuman memang animo masyarakat untuk melihat jembatan ini tidak bisa kita bendung. Jadi untuk sementara kita tugaskan Satpol PP dan Polsek setempat untuk mengawasi," ungkapnya.


Selain karena masih situasi Covid-19 yang ditakutkan adanya kalster baru. Ditutupnya Jembatan Antasan Bromo juga guna menghindari hal-hal tidak ingin terjadi. Pasalnya masyarakat berbondong-bondong datang untuk berfoto ria di kawasan jembatan terutama pada pembentang utama jembatan.


"Jelas pembentang utama itu ditutup. Nantinya kita juga akan melakukan sosialisasi kepada pengunjung yang datang bahwa di bentang utama itu di desain bukan untuk beban statis artinya beban tetap dalam jumlah banyak. Jadi orang boleh lewat jembatan itu asal mereka bergerak tidak berdiam dalam waktu yang lama, sebab kita khawatir beban berat itu tidak mampu ditanggung oleh kontruksi jembatan gantungnya. Ada penjagaan terus di atas nantinya," terangnya.


(Hamdiah)

14 tampilan0 komentar