Jelang Ramadan, Satpol PP Jaring Anak Jalanan dan Gelandangan Pengemis

terasbanua.com, Banjarmasin - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin kembali mengelar razia terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis serta pengamen dalam menghadapi bulan suci Ramadan.

Anjal dan gepeng yang berhasil diamankan saat razia dilakukan pendataan oleh pihak Satpol PP
Anjal dan gepeng yang berhasil diamankan saat razia dilakukan pendataan oleh pihak Satpol PP. Foto : Hamdiah

Sedikitnya ada 8 orang yang berhasil terjaring dalam razia di sekitaran lampu merah di kota Banjarmasin.


Dari pantauan di lapangan, Senin (12/4/2021). Gelandangan pengemis dan anak jalanan yang berhasil tertangkap dalam razia tersebut merupakan pemain lama.


Salah satu seorang gepeng berinisial A mengaku terpaksa menjalankan profesinya tersebut karena terhimpit ekonomi untuk menghidupi keluarganya.


"Belum dapat kerjaan jadi memilih meminta-minta," ucapnya.


Tak tanggung-tanggung dirinya juga mengajak buah hatinya untuk mengemis di sekitaran simpang empat lampu merah Jl. R.E. Martadinata atau Pelabuhan Lama Banjarmasin. Bukan tanpa alasan, dirinya mengaku hanya seorang diri menjaga anaknya.


"Di rumah tidak ada yang menjaga. Jadi dibawa. Saya menghidupi anak ini aja lagi." tuturnya.


Dirinya juga mengaku selama ini tidak mengetahui bahwa meminta-minta telah dilarang oleh peraturan daerah.


"Ini pertama kali ditangkap. Saya memang tidak tahu kalau minta-minta itu dilarang," pungkasnya.


Sementara itu, Kasi Bimbingan Penyuluhan Bidang Binmas, Satpol PP Kota Banjarmasin, Rosmiati menuturkan, kegiatan razia dilakukan dalam rangka menindaklanjuti adanya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya anjal dan gepeng tersebut.


"Mereka ini kan di jalan-jalan dan di lampu merah. Jadi sangat mengganggu ketertiban warga lah. Dengan adanya laporan maka langsung kami tindaklanjuti," ujar Rosmiati.


Tidak hanya itu, kegiatan razia tersebut juga dilakukan sesuai dengan peraturan Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah mengeluarkan Perda nomor 20 tahun 2013, tentang penyelenggara kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan kota.


"Sanksi sesuai perda yakni kalau melanggar lagi kita adakan yustisi, disitu ada denda sebesar 50 juta dan kurungan selama 6 bulan," jelasnya


Pihaknya sebenarnya tidak melarang mencari nafkah dengan profesi seperti itu, asalkan dilakukan di tempat yang memang diperbolehkan.


"Sebenarnya boleh saja, tapi sesuai tempat. Jika masih melanggar maka akan kita yustisi sesuai perda," ujarnya.


Usai dilakukan pendataan terhadap yang terjaring. Pihaknya akan lakukan pembinaan terlebih dahulu. Baru selanjutnya akan di bawa ke rumah singgah Dinas Sosial Kota Banjarmasin untuk diberikan penyuluhan.


"Kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial, tapi saat ini kita adakan pembinaan dulu, dan akan kita bawa ke rumah singgah," tandasnya.


(Hamdiah)

2 tampilan0 komentar