Jelang Lebaran, Ketersediaan Stok dan Harga Bahan Pokok Relatif Aman

terasbanua.com, Banjarmasin - Jelang lebaran Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring ke pasar tradisional dan pasar modern.



Pasar yang dilakukan monitoring kali ialah Pasar Pandu yang berlokasi di Jalan Pandu, Kelurahan Kebun Bunga dan Hero Supermarket yang berada di Jalan Ahmad Yani kilometer 5,5.


Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan monitoring ini dilakukan untuk memantau stok dan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran menjelang lebaran.


"Dari pantauan tadi kami di pasar tradisional rata-rata memang mengalami kenaikkan seperti daging Rp. 135 ribu jadi Rp. 140 ribu hingga Rp. 150 ribu. Telur juga naik sedangkan gula pasir masih stabil," ucap Ibnu usai meninjau di Heru Supermarket, Selasa (26/4/2022).


Adapun untuk ketersediaan minyak goreng kemasan lanjutnya masih aman. Harganya pun di kisaran Rp. 25 ribu hingga Rp. 26 ribu per liternya.


Sedangkan untuk minyak goreng curah. Diakuinya memang belum stabil hingga sekarang ini, baik itu ketersediaannya maupun harga jualnya yang cukup tinggi saat ini.


"Yang penting ketersediaan minyak goreng selalu ada dan kami berharap tidak terjadi kelangkaan sehingga masyarakat yang ingin lebaran tidak terkendala dengan kelangkaan minyak goreng," terangnya.


Dibandingkan di pasar tradisional, menurutnya ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar modern terbilang stabil dan aman.


"Paling penting tidak menaikkan harga. Kemudian yang terpenting juga terkait dengan barang-barang expired. Tadi dari Balai BPOM juga selalu memantau" jelasnya.


Lanjutnya, dari hasil pemantauan di pasar modern rata-rata tidak ditemukan barang expired. Namun ada beberapa ritel modern yang agak kecil, ada temuan barang yang hampir expired.


"Tapi biasanya langsung di bina, dilakukan pemusnahan dan pengembalian," ujarnya.


Sementara itu, Koordinator Pemeriksaan Balai Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Banjarmasin, Ary Yustantiningsih mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan pengawasan intensifikasi pangan dengan menyasar pasar modern hingga tradisional selama bulan ramadhan.


"Dari hal itu masih kita temukan adanya produk yang rusak kemasan, hingga kadaluarsa. Namun ini telah kita tindak lanjuti untuk diberikan edukasi kepada pelaku usaha agar selalu melakukan pengecekan terhadap barang," bebernya usai mengikuti sidak bersama tim pengendali Inflasi Daerah Kota Banjarmasin.


Kebanyakan lanjutnya, produk makanan yang sering ditemukan kadaluarsa adalah jenis makanan ringan seperti snack dari industri rumah tangga. Sehingga perlu dilakukan pengecekan lebih detail oleh para pelaku usaha.


Tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap produk kemasan, pihaknya juga melakukan pengecekan pada sejumlah pada sejumlah takjil di Pasar Wadai Banjarmasin, khususnya di Taman Kamboja.


Guna memastikan bahan olahan seperti takjil tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dan aman untuk di konsumsi.


"Seperti formalin, rodamin, borak lainya, tetapi syukur kita tidak temukan itu," tandasnya.


Adapun pengawasan intensifikasi pangan dengan menyasar pasar modern hingga tradisional itu sudah mulai dilakukan satu minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan sampai dengan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar