Jejak Belanda di Kotabaru, Komplek Makam Jadi Saksi

terasbanua.com, Kotabaru - Peninggalan masa penjajahan Belanda masih ada jejak peninggalannya di Bumi Saijaan hingga kini. Seperti di Komplek Makam Belanda di Kabupaten Kotabaru.



Komplek makam tersebut terletak di Desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kotabaru.


Dari pinggir jalan raya masuk Komplek Makam Belanda tersebut. Sekitar lima menit menuju makam, kira kira 200 meter dari jalan raya.


Menurut warga Desa Sebelimbingan Sumali (67) makam Belanda tersebut tidak lepas dari sejarah dari pada Kota Sebelimbingan yang hilang. Menurutnya, Kotabaru dulu bernama Pulau Laut yang kaya akan tambang batu baranya yang mana dikuasai oleh penjajah Belanda.


"Para pekerja pun didatangkan Belanda dari Jawa. Mereka dikontrak untuk menambang batubara di zaman itu, dan kala itu membuat Sebelimbingan  menjadi  kota yang makmur dulunya," Kata satu tokoh masyarakat yang di temui wartawan, Pada Senin (21/02/22).



Dijelaskannya, bahkan fasilitas pun banyak. Seperti jalan, dermaga dan rumah sakit untuk keluarga penambang dibangun Belanda. Dan ada juga pabrik pengolahan batubara mentah.


"Kini, Sebelimbingan itu telah hilang dan bekas pembangunannya pun hampir tidak ada. Dan yang tersisa yang masih utuh hanya Komplek Pemakaman Belanda," tuturnya.


Bahkan di beberapa titik terlihat ada bekas tanah yang digali. Membuat beberapa nisan tidak berada di tempatnya.


Dari pantauan awak media di lokasi Kompleks Makam Belanda itu ada 18 nisan yang terbuat dari struktur bata dan semen. Dengan kondisi tidak semuanya utuh, banyak yang rusak dan nisannya sudah tidak bisa dikenali.


Menurut informasi masyarakat hal itu akibat adanya penggalian liar oleh masyarakat yang mencari harta karun.


Sejauh ini, belum menemukan data tertulis yang dapat digunakan untuk menggambarkan kapan dan bagaimana pemanfaatan makam tersebut.


(Her)

22 tampilan0 komentar