Jawab Permintaan Jalur Khusus Organda, Pertamina Tunggu Peraturan Tertulis Dari Pemerintah Kota

terasbanua.com, Banjarmasin - Aksi sejumlah sopir yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) DPD Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung ke dalam Kantor Sales Area PT Pertamina Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat. Rabu (9/3/2022) siang.


Ketua DPD Organda Provinsi Kalimantan Selatan, Edi Sucipto menyampaikan permintaan anggotanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai solusi jalan khusus di SPBU untuk Organda agar memudahkan mereka dalam mendapatkan solar.


Diskusi tersebut diikuti oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito, Sales Area Manager Kalselteng PT Pertamina Drestanto Nandiwardhana dan Ketua DPD Organda Provinsi Kalsel Edi Sucipto bersama beberapa perwakilan sopir.


Edi Sucipto mengatakan bahwa pihaknya hanya meminta dikasih jalur khusus di SPBU oleh pihak Pertamina, karena beberapa kali pihaknya datang ke SPBU ternyata sudah habis untuk bahan bakar solar.


"Kami memperjuangkan anggota kami. Kami tidak meminta gratis kami beli, kami hanya minta pompa khusus untuk kami agar dipermudah dalam mendapatkan bahan bakar," ucap Ketua DPD Organda Provinsi Kalsel.


"Dan hal tersebut karena 60% kan tugasnya mengantar adalah angkutan darat, kalau sulit seperti ini kan semua juga susah. Minyak susah, solar juga tidak terkendali," tambahnya.


Ia menjelaskan tujuan mereka kesini adalah meminta tolong kepada stakeholder yang bersangkutan dalam hal ini agar dapat memberikan kebijakan yang mempermudah para supir angkutan darat.


"Kita datang kesini bukan demo, tapi bertamu, datang bersama sama dan tidak anarkis untuk meminta tolong kepada bapak bapak disini karena ibaratnya kita punya orang tua. Semoga tujuan baik selesai dengan baik juga," harap Edi Sucipto.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan bahwa ia memahami kondisi para sopir angkutan darat saat ini dan akan mengusahakan permintaan mereka.


"Memang selama ini mereka merasa antian mendapatkan solar bersubsidi itu lama, sehingga tentu ini dapat mengganggu distribusi arus barang ke daerah-daerah. Berdasarkan informasi untuk mendapatkan solar mereka bisa menunggu 5 hari bahkan sampai seminggu," ucap Wakil Wali Kota Banjarmasin.


"Maka dari itu memang diperlukan kebijakan pertamina agar kebutuhan mereka terpenuhi dan jika ada penyimpangan akan di tindak oleh Polresta Banjarmasin, serta jika diperlukan regulasi aturan oleh pertamina maka akan kami lakukan hingga kajian di lapangan agar keluar surat," lanjutnya.


Namun, Wakil Wali Kota Banjarmasin menjelaskan bahwa ia juga menunggu Walikota Banjarmasin untuk menandatangani surat tersebut.


Selain itu mengenai permintaan jalur khusus, Sales Area Manager (SAM) Kalselteng PT Pertamina Drestanto Nandiwardhana menerangkan bahwa pihaknya siap menjalankan namun sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah.


" Kalau ada aturan dari pemerintah kota yang meminta Pertamina menyediakan jalur khusus, maka selama ada aturan tertulisnya maka akan kami jalankan agar penyaluran BBM subsidi ini dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa untuk stok BBM sendiri masih aman saja.


"Untuk stok aman, cuma yang boleh disalurkan sebagai subsidi kuotanya dari pemerintah," pungkasnya.


(Krisna)

31 tampilan0 komentar