Jauh dari Target, Tahun 2020 Investasi di Kalsel Lesu

terasbanua.com, Banjarbaru - Iklim investasi di Kalsel tahun 2020 bisa dikatakan lesu. Realisasi hingga triwulan IV jauh di bawah target.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Ir. Nafarin, mengakui 2020 investasi di Kalsel anjlok akibat pandemi covid
Kepala DPMPTSP Kalsel, Ir. Nafarin, mengakui 2020 investasi di Kalsel anjlok akibat pandemi covid

Sesuai rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel, target investasi sebesar Rp12 triliun. Capaian investasi sepanjang 2020 hanya Rp7,76 triliun atau 60 persen.


Dijelaskan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi turunnya investasi. Salah satunya adalah mewabahnya virus corona. Pandemi covid menyebabkan sejumlah investor memilih menunda berinvestasi.


Di samping itu, dia mengungkapkan turunnya ekspor batu bara dan CPO selama 2020 juga mengakibatkan investasi Banua anjlok.

Dia berharap, tahun ini investasi kembali bergairah walaupun pandemi masih belum usai. Pada 2021 ini investasi Kalsel ditargetkan mampu mencapai Rp14 triliun.


"Kami akan melakukan segala upaya. Salah satunya melalui promosi dan meyakinkan negara lain melalui kedutaan besar mereka di Jakarta bahwa berinvestasi di Kalsel sangat baik," bebernya, kepada terasbanua.com.


Ia menerangkan, sepanjang 2020 investasi yang masuk ke Kalsel berasal dari penanam modal dalam negeri (PMDN). Investasi PMDN sekitar Rp4,29 triliun dengan 1.672 proyek.


Investasi PMDN paling banyak berasal dari  sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan realisasi Rp1, 31 triliun.


"Terbanyak kedua sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Realisasinya Rp680 miliar. Diikuti jasa lainnya sekitar Rp468 miliar," ucapnya, Jumat (19/2/2021).


Dikatakan Nafarin, berdasarkan daerah investasi PMDN paling besar di Kabupaten Tanah Laut dengan realisasi Rp1,42 triliun. Disusul Tanah Bumbu Rp724, 4 miliar dan Banjarmasin Rp498 miliar.


Ditambahkannya, dari sektor penanam modal asing (PMA) selama 2020 investadi yang masuk hanya sekitar Rp3,47 triliun dengan total proyek sebanyak 327.


Investasi paling banyak dari sektor pertambangan, dengan realisasi sekitar Rp1,46 triliun. Disusul listrik, gas dan air. Sektor ini realisasinya Rp1,37 triliun. "Terbesar ketiga industri makanan dengan realisasi Rp366,8 miliar," tuturnya.


Jika dilihat dari negara asal, PMA paling banyak pada 2020 dari Korea Selatan dengan  nilai Rp1,37 triliun. Disusul Malaysia, Rp669 miliar, dan  Singapura, Rp530 miliar.


"Tahun 2019 kita mampu mencapai target, realisasinya mencapai Rp15,6 triliun," katanya.(Ri)

2 tampilan0 komentar