Jalin Silahturahmi Bersama Forkopimda, Danrem Siap Bersinergi Penanganan Bencana Alam

terasbanua.com, Banjarmasin - Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Rudi Puruwito melakukan silahturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (14/3/2022) siang.



Brigjen TNI Rudi Puruwito mengungkapkan bahwa selain memperkenalkan dirinya yang baru saja menjabat sebagai Komandan Korem 101/Antasari sejak 21 Januari 2022 lalu.


Tentunya tujuan silahturahmi ini ialah untuk saling bersinergi antara Korem bersama Pemko Banjarmasin dalam mempercepat jalannya tugas-tugas pemerintahan daerah.


"Percepatan kerja sama yang pertama masalah vaksinasi. Kita ketahui bersama bulan Februari kasus aktif Covid-19 di Banjarmasin cukup tinggi. Dari 34 provinsi, kita masuk 10 besar," jelasnya.


Namun berkat kerja sama semua pihak terkait dalam penanganannya. Angka kasus Covid-19 yang sempat tinggi itu akhirnya bisa ditangani dan sudah melandai sekarang ini.


"Jumlah yang terjangkit per harinya sudah sangat menurun drastis. Dari angka yang pertama ratusan tapi sekarang puluhan di Banjarmasin," ungkapnya.


Menurutnya, hal tersebut dipacu karena kesadaran dari masyarakat sendiri akan pentingnya program vaksinasi dalam melindungi diri dari resiko penyebaran virus Covid-19.


Terlihat dari angka capaian vaksinasi masyarakat umum di Banjarmasin sekarang ini yang sudah di atas 80 persen.


"Awalnya sedikit penolakan, tapi setelah ada penjelasan kualitas vaksin terutama AstraZaneca yang dianggap tidak halal padahal tidak benar. Namun akhirnya sudah diterima masyarakat," tuturnya.


Tidaknya fokus dalam program vaksinasi dan penanganan Covid-19 saja, pihaknya juga mempersiapkan penanganan bencana alam dan karhutla yang kemungkinan terjadi di Banjarmasin.


"Kemungkinan yang terjadi analisisnya banjir, tapi debit air naik pas hujan dan beberapa hari surut lagi. Kerawanan kedua di bulan Maret ini sebentar lagi memasuki musim kemarau," terangnya.


"Kerawanan ini adalah titik-titik terjadinya karhutla dimana itu perlu kerja sama antara TNI-Polri dan Pemerintah Daerah yang mana memiliki aparat Satpol PP untuk membentuk suatu satgas bersama untuk antisipasi. Jika ada masyarakat yang berniat membakar lahannya karena potensi terbakar sendiri itu kecil," sambungnya.


Ia mengatakan untuk saat ini satgas penanggulangan karthula belum dibentuk. Namun sudah direncakan dan masih dipersiapkan pembentukannya.


"Itu merupakan suatu alangkah antisipasi. Jadi kita kerahkan organik yang sekarang sudah steles sebagai Babinsa, supaya mendata di wilayah masing-masing. Kira-kira titik api yang paling mungkin untuk antisipasi, mulai langkah-langkah persuasif dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat akan bahayanya membakar lahan dan sebagainya. Selain itu kita lakukan operasi juga," akhirnya.


(Hamdiah)

1 tampilan0 komentar