• Krisna

Jaga PSU, Polda Kalsel Kerahkan 2.628 Personel, Kapolda: Semua TPS Dianggap Rawan

terasbanua.com, Banjarmasin - Apel kesiapan pasukan pengamanan digelar menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan pada Senin (7/6/2021) pagi.

Kapolda Kalsel dalam apel kesiapan pengamanan PSU Pilgub Kalsel.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan dalam PSU Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Tahun 2021 ini dikerahkan sebanyak 2.468 personel gabungan.


Dari 2.628 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan mengamankan PSU yang digelar di 827 TPS tersebar di tujuh kecamatan pada satu kota dan dua kabupaten, yaitu Kecamatan Banjarmasin Selatan di Kota Banjarmasin, lima kecamatan di Kabupaten Banjar dan 24 TPS di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.


"Sebanyak 582 personel Polri dan 580 personel TNI akan disebar di setiap TPS-TPS untuk melakukan pengamanan," terangnya.


Kapolda Kalsel mengungkapkan bahwa semua tempat pemungutan suara (TPS) dalam PSU Pilgub Kalsel pada Rabu (9/6/2021) nanti akan dianggap rawan.


Maka dari itu, ia menginstruksikan kepada para petugas TPS agar mengenali betul tempat dimana dia ditugaskan, lakukan koordinasi sebelum TPS digelar, sehingga bisa dilakukan tindakan yang tepat dan terukur guna kelancaran pelaksanaan PSU.


"Personel pengamanan tidak boleh lengah apalagi underestimate. Semua harus siap siaga untuk kemungkinan terburuk sekalipun," ungkap Kapolda Kalsel.


Irjend Pol Rikwanto menegaskan setiap TPS bakal dijaga dua personel Polri dibantu TNI serta unsur Linmas guna memberikan rasa aman bagi pihak penyelenggara dan juga masyarakat saat menyalurkan hak suaranya.


Tak hanya soal kerawanan terkait gangguankamtibmas saat PSU, ancaman potensi penularan Covid-19 juga patut diwaspadai mengingat situasi pandemi.


"Tentunya seluruh personel yang bertugas juga dipastikan bebas Covid-19 setelah melalui tes cepat antigen yang dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalsel," tuturnya.


Untuk itulah, kapolda mengingatkan disiplin penerapan protokol kesehatan menjadi harga mati agar PSU Pilgub tidak jadi ajang penularan Covid-19.


"Kalau terbukti terjadi pelanggaran prokes saat di TPS, maka aparat dapat bertindak tegas sesuai aturan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat," papar Irjend Pol Rikwanto.


Ia berharap dalam pelaksaannya baik para Paslon maupun relawan dapat bersikap dewasa dan menjaga kesejukkan Banua agar masyarakat dapat memilih dengan aman, tentram, damai dan sejuk sehingga terpilihnya pemimpin yang benar-benar pilihan rakyat.


(Krisna)

4 tampilan0 komentar