• Krisna

IPSI Kota Banjarmasin Sosialisasikan Peraturan Pertandingan Pencak Silat Terbaru

terasbanua.com, Banjarmasin - Peraturan pertandingan cabang olahraga pencak silat yang dipakai saat ini mengalami perubahan dalam Munas IPSI XVI tahun 2016 berbeda dari peraturan sebelumnya, hasil Munas tahun 2012.



Dengan perubahan itu pesilat jadi lebih banyak teknik yang dapat digunakan dan divariasikan dalam pertandingan antara lain mulai dari diperbolehkannya bantingan sambil menarik, menarik sambil memukul, tambahan serangan siku dengul, bantingan pinggang dan sebagainya


Mengantisipasi hal tersebut, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Banjarmasin tanpa berlama lama langsung mengadakan kegiatan sosialisasi peraturan baru dengan mengundang sejumlah perguruan yang ada di Kota Banjarmasin.


Kegiatan tersebut mengundang seorang narasumber yang merupakan Wasit Juri (Wasjur) Internasional Pencak Silat bernama Edi Rusmawan.


Kepala Bidang Pembinaan Prestasi IPSI Kalsel yang juga pelatih pencak silat, Muhrani mengatakan kegiatan ini untuk mempersiapkan para pelatih, atlet serta wasjur dengan peraturan baru yang akan digunakan dalam pertandingan di tahun 2022.


"Agar semua siap, karena peraturan baru ini akan mulai diberlakukan pada pertandingan di Tahun 2022 seperti pada bulan dua akan ada seleksi remaja di Kota Banjarmasin, Popda Kalsel antara bulan lima atau bulan enam, Popwil sekitar bulan September dan Porprov sekitar bulan Oktober," ucap Muhrani. Senin (27/12/2021).


Ia juga menjelaskan bahwa untuk sosialisasi aturan baru di Kalimantan Selatan ini Banjarmasin yang pertama melakukannya.


"Kita mencoba memberanikan diri menjadi yang pertama mengadakan dan Banjarmasin bisa, karena kita tau bahwa atlet perguruan yang paling banyak adalah Kota Banjarmasin, makanya kami lebih dulu melakukan sosialisasi ini agar kedepan lebih baik," terangnya.


Ia mengungkapkan bahwa untuk aturan Munas tahun 2016 ini memang banyak perubahan yang cukup drastis dalam pertandingan pencak silat, maka dari itu diharapkan semua pihak tau dan tidak ada yang ketinggalan informasi.


"Maka dari itu dengan adanya kegiatan ini jangan sampai ada alasan keterlambatan karena," ungkapnya.


Dia berharap semua dapat menerima dan dapat mulai beradaptasi dengan aturan baru tersebut serta mulai mengembangkan teknik yang akan digunakan nantinya.


"Karena yang membuat langsung dari PB IPSI dan sudah dibuat sedemikian rupa baiknya agar pencak silat dapat masuk ke Olimpiade selanjutnya, jika tidak diperbaiki seperti ini kemungkinan besar tidak bisa masuk," tuturnya.


"Semoga semua pihak dapat menerimanya dan memahami betul betul agar kedepannya atlet atlet kita lebih baik lagi serta semoga tidak ada perubahan lagi," lanjutnya.


Sementara itu, Narasumber Sosialisasi yang merupakan Wasjur Internasional, Edi Rusmawan berpendapat dari segi kualitas dengan aturan ini dapat menambah kualitas pertandingan pencak silat.


"Setelah disahkan di kongres persilat serta disosialisasikan ke beberapa negara, kita sudah siap karena mempelajari duluan. Kalau hanya menunggu disahkan dan baru belajar, kita akan ketinggalan sedangkan negara lain sudah mulai sosialisasi dan mempraktikkannya dalam kejuaraan," pungkas Edi Rusmawan.


(Krisna)

17 tampilan0 komentar