Intensitas Hujan Mulai Rendah, Beberapa Wilayah Rendah Masih Terdampak Banjir Rob


terasbanua.com, Banjarmasin - Banjir rob sudah menjadi fenomena tahunan yang harus dihadapi Kota Banjarmasin pada bulan-bulan yang berpotensi terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.


Ket foto : Kondisi banjir rob yang terjadi di Jalan Prona 1, Kelurahan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan beberapa waktu lalu (dokumentasi)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Banjir (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji menjelaskan bahwa fenomena banjir rob rutin terjadi di Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) karena kondisi pasang surut air laut.


"Jadi kalau bicara kapan berakhir, menurut sepengetahuan kita itu tidak pernah berakhir karena mengikuti perputaran rotasi bulan," ucapnya saat menemui awak media di Press Room Balai Kota Banjarmasin, Senin (10/1/2022).


Ia menuturkan saat ini kondisi banjir rob di Banjarmasin telah berangsur rendah dibandingkan sebelumnya yang sempat terjadi banjir cukup tinggi di beberapa wilayah yang terdampak pada


"Itu tertinggi kemarin dari Trisakti 2,6 cm. Sekarang sudah turun, tadi malam di bawah  2,3 cm dan akan berangsur turun. Tapi pada saat awal bulan naik lagi. Begitulah siklusnya," terangnya.


Ia menjelaskan bahwa memang kondisi banjir yang terjadi tahun ini cukup tinggi. Walaupun tidak separah bencana banjir pada awal tahun 2021 lalu.


Banjir rob yang saat ini terjadi karena pengaruh dari fenomena La Lina yang menyebabkan curah hujan tinggi dan durasi hujan yang panjang sehingga debit air meluap ke darat.


"Itu juga menyebabkan air pasang dan masuk ke darat. Sehingga ketinggian banjir cukup dalam," ujarnya.


Untuk saat ini, wilayah yang terdampak banjir rob mulai berkurang. Hanya beberapa wilayah rendah dan wilayah pinggiran sungai yang masih terkena banjir hingga saat ini, meskipun intensitas hujan sudah mulai berkurang.


"Tiap malam memang terjadi air pasang. Jadi berdasarkan pantauan malam tadi ada tiga titik yang masih terdampak banjir itu pun ketinggian cuman 5 cm saja," tuturnya.


"Di Sungai Jinggah itu ketinggian airnya sekitar 5 cm, di Kelayan B sekitar 5 cm dan Muara Kelayan sekitar 5-10 cm di tiga titik itu kita pantau," sambungnya.


Adapun untuk potensi banjir kiriman itu melihat dari kondisi banjir yang sedang terjadi di daerah kabupaten perbatasan kota Banjarmasin. Jika terjadi banjir maka Kota Banjarmasin perlu waspada.


"Untuk saat ini masih aman seperti Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut. Apalagi di sana sudah melakukan upaya normalisasi sungai," tandasnya.


Saat ini kota Banjarmasin masih dalam status siaga tanggap darurat bencana banjir dan air pasang sebagaimana Surat Kebijakan (SK) Wali Kota Banjarmasin yang akan berlaku hingga bulan Maret 2022 mendatang.


(Hamdiah)

1 tampilan0 komentar