Inspiratif, Sebagai Penyandang Disabilitas Tak Halangi Keinginan Yoga Menjadi Perajin Sasirangan

terasbanua.com, Banjarmasin - Ditemui jurnalis terasbanua.com secara tak sengaja dalam pameran Pekan Raya Banjarmasin yang masuk dalam rangkaian Banjarmasin Sasirangan Festival yang ke-5 tahun 2021.

Yoga pengrajin sasirangan penyandang disabilitas tunarungu yang sedang asyik mendedel kain sasirangan. Foto Hamdiah.

Terlihat ada seorang penyandang disabilitas tunarungu yang lagi asyik sendiri mendedel kain sasirangan yang ada di tangannya bersama perajin lainnya, di stand UMKM perajin kain sasirangan, purun dan lainnya.


Saat diajak jurnalis terasbanua.com berbincang-bincang melalui komunikasi terbatas secara verbal yakni tulisan.


Yoga Adihpratama atau sapaan akrabnya Yoga menceritakan tentang pengalaman dirinya sejak awal bergabung di Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar sebagai perajin kain khas Banjar tersebut.


"Baru saja tiga hari bergabung diajak oleh Ketua Yayasan dan diajarkan oleh instruktur sasirangan dalam proses pembuatan kain sasirangan," tulis Yoga Adihpratama.


Meskipun baru saja tiga hari bergabung, Namun ia mengaku sudah belajar membuat berbagai motif sasirangan, salah satunya sasirangan motif Kambang Sasaki yang sedang ia kerjakan saat itu.


"Banyak motifnya macam-macam, tapi saya agak kurang tahu apa saja karena sejauh ini masih diarahkan instruktur dalam pembuatannya," ujarnya.


Memiliki keterbatasan nyatanya tak membuat dirinya patah semangat untuk terus melatih keahliannya dalam kerajinan sasirangan.


Tak hanya itu, ia juga merasa senang karena memiliki kesempatan sama dengan manusia normal lainnya dalam hal ini.


"Senang bisa bergabung dan menjadi perajin sasirangan,"


Sementara itu, Instruktur sasirangan Anan menuturkan bahwa cukup banyak penyandang disabilitas yang tergabung dalam Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar.


"Tiga sampai empat orang yang aktif," ujarnya.


Menurutnya, Ketua Pembina yayasan memang tertarik untuk mengajak para penyandang disabilitas bergabung. Agar bisa memiliki keahlian terutama dalam pembuantan kain cantik khas Banjar.


"Mereka dibina dulu, kalau sudah mereka baru dilepas," bebernya.

Tentunya mereka dilatih dari awal proses pembuatan sasirangan, mulai dari pembuatan pola desain, jahit jelujur, pewarna hingga tahap proses akhir pengeringan kain sasirangan yang sudah jadi.


"Ya kita ajarkan secara bertahap mereka," kata Anan.


Diakui Anan dalam proses pelatihan untuk penyandang disabilitas sendiri, memang terbilang susah dibanding yang tidak.


"Lumayan susah, terutama dalam komunikasi karena kita terbatas juga. Walaupun begitu, mereka termasuk cepat belajarnya," tuturnya.


(Hamdiah)

22 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua