Insiden Kecelakaan BPK dengan Penguna Jalan Kembali Terulang, GMNI Banjarmasin Soroti Perda Damkar

terasbanua.com, Banjarmasin - Lagi-lagi mobil Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) kembali menabrak pengendaraan motor hingga tewas.



Kali ini, insiden kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Selasa (17/5/2022) kemarin.


Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil BPK ini pun turut menjadi perhatian berbagai pihak, tak terkecuali Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kota Banjarmasin.


Ketua GMNI Cabang Kota Banjarmasin, Bayu Hendra Kusuma menilai bahwa masih banyak sopir mobil BPK/PMK yang tidak tersertifikasi. Tentunya hal tersebut, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


"BPK yang arogan dan cenderung ugal-ugalan serta banyak anak-anak yang ikut jadi partisipan dalam rombongan mobil BPK menjadi catatan penting di masyarakat," ungkapnya, Rabu (18/5/2022).


Alih-alih menolong masyarakat yang terkena musibah kebakaran, malah masyarakat pengguna jalan yang cenderung menjadi korban tabrakan yang disebabkan oleh BPK/PMK saat menjalankan tugas.


"Maka dari itu, kita harap pemerintahan eksekutif dan legislatif bisa cepat mencari solusi yang baik untuk masyarakat Kota Banjarmasin," harapnya.


Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Politik Hukum (Polhum) GMNI Cabang Kota Banjarmasin, Yudha Pratama menilai bahwa pada Peraturan Daerah (Perda) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banjarmasin masih sangat lemah mengenai aturan titik zonasi untuk para BPK/PMK di Banjarmasin.


Sehingga menyebabkan banyak anggota BPK/PMK yang masih melanggar sistem zonasi yang sudah diatur Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.


"Maka dari itu untuk Perda Damkar yang sekarang masih digodok itu, sangat diharapkan penekanan sanksi yang diberikan pada BPK yang melanggar sistem zonasi," ucapnya, Rabu (18/5/2022).


Tidak hanya itu, mengingat insiden kecelakaan lalu lintas ini terus terulang. Tentunya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk mengevaluasi aturan dalam pemberdayaan anggota BPK/PMK yang ada di Banjarmasin.


Guna menjamin keselamatan dari petugas sendiri dan juga masyarakat. Di samping pentingnya peran BPK/PMK dalam untuk membantu masyarakat yang terkena musibah kebakaran.


"Semoga ini tidak terulang lagi," tutupnya.


(Hamdiah)

41 tampilan0 komentar