Ini Penyebab Pengeroyokan Maut di Hilir Muara Kotabaru

terasbanua.com, Kotabaru - Sat Reskrim Polres Kotabaru, menggelar reka ulang kejadian pengeroyokan maut di Desa hilir, Kotabaru.


Para pelaku melakukan reka adegan kejadian pengeroyokan yang berujung maut

Setelah berhasil menangkap pelaku utama yang sempat DPO. Sat Reskrim Polres Kotabaru yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Abdul jalil membawa dua pelaku ke tempat kejadian perkara (TKP), pada Jumat (21/1/2022).


Tiba di tempat kejadian pengeroyokan yang berujung maut, tepatnya di Desa Hilir Muara. Dua pelaku melakukan adegan yang sama dilakukannya saat mengeroyok korban sampai tidak sadarkan diri.


Disana digambarkan, sebelum korban dikeroyok, para pelaku terlebih dahulu pesta minuman keras beralkohol.


Sambil memutar gelas yang berisi minuman keras, para pelaku melihat saksi pertama Jumady yang merupakan adik ipar korban Junaidi, dan mengajaknya ikut bersama para pelaku dalam pesta minuman keras.


Menerima ajakan para pelaku, tidak berseling lama, terjadi cekcok adu mulut antara pelaku KR (24), dengan saksi Jumady. Pelaku pun memukul Jumady pada bagian pipi kanan.


Karena tidak terima, saksi Jumady melaporkan kejadian ini kepada kaka iparnya Junaidi. Mendengar adik iparnya dipukul, korban Junaidi mendatangi para pelaku yang sedang pesta miras untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Setalah saya kabari, kaka ipar saya langsung mendatangi para pelaku. Sampai di tempat kejadian terjadilah adu mulut, melihat terlalu banyak musuhnya Ia langsung lari, namun tetap dikejar. Dan pelaku AS (18) menerjang dari belakang hingga Junaidi terjatuh," ungkap Sldaksi Jumady.


Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, melalui Kasat Reskrim AKP Abdul, mengatakan ini upaya penyidik untuk menggali kebenaran yang sebenarnya terjadi di TKP.


"Setelah berhasil kita amankan satu pelaku yang sempat DPO, kita turun langsung ke lapangan untuk memastikan kejadian yang sebenarnya terjadi sampai terjadi pengeroyokan," ujarnya.


Setelah melakukan reka adegan, pelaku AR mengakui bahwa yang dilakukannya itu benar terjadi.


"Setalah korban terjatuh, saya pukul pakai balok di bagian kepala, dan pelaku lain ikut menginjak injak kepala korban," akunya.


Para pelaku pengeroyokan dikenakan Pasal 170 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


(Her)

39 tampilan0 komentar