Imbas Naiknya Harga Kedelai, Produksi Tahu di Banjarmasin Menurun

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Melambungnya harga kedelai membuat beberapa perajin tahu harus menyiasati agar tidak merugi. Salah satunya, Madiaman. Lelaki berusia 70 tahun ini terpaksa menaikkan harga per kilogram tahu sebesar Rp2.000.

Dampak kenaikan harga kedelai membuat produksi tahu menurun

“Mau tak mau kita naikkan harga per kilogram yang kami jual menjadi Rp54.000. Kenaikan ini pun baru terjadi pada Selasa lalu, yang mulanya hanya Rp52.000.


Dengan harga kedelai mencapai Rp9.200 per kilogram diakui Madiaman merasa terbebani. Mengingat kenaikkannya sebanyak Rp2.200 dari harga sebelumnya yang hanya Rp7.000.


Dampak kenaikan ini tentunya membuat produksi dari usaha Maidaman yang berlokasi di Jalan Soetoyo S, Gg Suryanata, Banjarmasin mengalami penurunan.


“Sekarang malah turun, yang mulanya dalam perhari bisa 200 kilogram, kini hanya bisa 150 kilogram saja,” ujarnya.


Sementara itu, Naim pedagang kedelai yang menjajakan di Pasar Harum Manis Banjarmasin ini mengaku hanya bisa mengelus dada, ketika pembeli yang mampir ke kiosnya mengeluhkan kenaikan.


Naim hanya bisa pasrah, meski kupingnya ikut panas mendengar jeritan pembeli. “Memang itu menjadi permasalahan pembeli. Mereka pasti protes dengan naiknya harga kedelai,” pungkasnya.


Dengan kondisi saat ini, pedagang kedelai maupun perajin tahu berharap pemerintah dapat menormalisasi harga kacang kedelai di pasaran. Sehingga usaha mereka tetap stabil.


(Ri)

11 tampilan0 komentar