Ibnu Sina Dengan Tegas Bantah Kabar Calo Vaksin Di Puskemas Banjarmasin

terasbanua.com, Banjarmasin - Beredar kabar yang cukup menghebohkan baru-baru ini di media sosial khususnya di Instagram.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi (di belakang)

Pasalnya, ada kabar bahwa ada oknum petugas kesehatan di puskesmas Banjarmasin yang mengambil keuntungan pribadi di situasi darurat vaksin sekarang ini.


Menurut kabar yang beredar, oknum petugas kesehatan tersebut menjadi calo vaksinasi kepada warga yang hendak bervaksin dengan cepat tanpa menunggu ataupun mengantri panjang yakni didahulukan.


Asal warga yang hendak bervaksin tersebut bersedia membayar sebesar 1 juta rupiah. Tentunya hal ini menjadi viral dan hangat diperbincangkan masyarakat kota Banjarmasin.


Mengenai hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membantah kabar yang beredar. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut hanyalah dugaan.


"Saya pastikan tidak ada namanya calo vaksinasi yang mengambil keuntungan pribadi dalam suasana darurat ini," tekannya kepada awak media, Rabu (11/8/2021).


Diakui Ibnu, usai mendapat kabar tersebut pihaknya telah melakukan penelusuran di seluruh puskesmas yang ada di Banjarmasin.


Memang tidak ada bukti yang mengarah adanya kegiatan calo vaksinasi di puskesmas-puskesmas.


"Dinkes sudah menyelusuri semua puskesmas dan tidak ada," ujarnya.


Ibnu juga mempersilahkan warga yang merasa dirugikan untuk melapor dan membawa ke jalur hukum.


"Silahkan lanjutkan kalau memang seperti itu. Kita sudah telusuri ke puskesmas dan itu tidak ada," tegasnya kembali.


Disisi lain, Ibnu mengaku telah memiliki nomor pihak bersangkutan yang telah memviralkan kabar calo vaksinasi tersebut.


"Saya juga dapat nomor WhatsApp yang pertama kali memviralkan itu. Jika bersedia kami siap mempertemukan mereka dengan pihak puskesmas," tuturnya.


Senada dengan Wali Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi juga menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.


"Kita sudah telusuri memang tidak ada, kami siap ketemu yang bersangkutan jika merasa dirugikan dan kabar itu benar," timpalnya.


(Hamdiah)

2 tampilan0 komentar