• Krisna

HMI Cabang Banjarmasin Pasang Badan Menolak Pelanggaran HAM Saat Ini

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia rutin diperingati setiap tahun pada 10 Desember, namun disayangkan oleh Roy Prayoga, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin karena terjadi lagi dugaan pelanggaran HAM pada bulan yang sama dengan peringatan tersebut.


Sekretaris Umum HMI Cabang Banjarmasin Roy Prayoga (kiri) bersama Ketua Umum HMI Cabang Banjarmasin Ical (Kanan).
Sekretaris Umum HMI Cabang Banjarmasin Roy Prayoga (kiri) bersama Ketua Umum HMI Cabang Banjarmasin Ical (Kanan).

Sekretaris Umum HMI Cabang Banjarmasin tersebut menyayangkan kasus meninggalnya 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang membuat peringatan hari HAM tahun ini terasa muram dan terasa seperti hanya acara seremonial belaka.


"Kita sedang memperingati hari HAM sedunia, namun dengan adanya kasus ini malah menambah kesan kurang baik terhadap penegakan hukum dan HAM di Indonesia ini," ucap Roy Prayoga, Senin (14/12/2020).


Pria yang biasa disapa Roy tersebut menerangkan bahwa wajar jika hari ini banyak umat Islam yang merasa resah karena kasus penembakan dan penangkapan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.


"Umat Islam saat ini pasti banyak yang merasakan kegelisahan karena memang imam besarnya dijadikan tersangka oleh kesalahan dan pasal yang belum jelas," terang Roy.


Ketua Bidang HAM dan LH HMI, Syahri Husaini juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI).


Syahri menilai peristiwa penembakan ini telah menambah daftar panjang kasus HAM yang belum sempat dituntaskan selama dua dekade terakhir.


"Kami akan bersurat ke PB HMI untuk segera mungkin mendesak pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Independen" ujar Syahri, yang juga merupakan Ketua DEMA UIN Antasari kepada wartawan


Syahri menegaskan siap menggerakkan massa di Banjarmasin kalau memang ada instruksi karena ini merupakan pelanggaran HAM dan bangsa Indonesia masih trauma dengan pendekatan penegakan hukum yang misterius selama puluhan tahun silam


Penembakan terhadap laskar FPI, sambungnya, telah melukai perasaan bangsa yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, khususnya bagi para pegiat HAM.


"Hari ini ada 6 orang, kalau tidak ada penolakan dari kita, besok bisa saja ini dianggap biasa dan terus bertambah." pungkasnya.


(Krisna)

28 tampilan0 komentar