• Krisna

HMI Cabang Banjarmasin Datangi Gedung DPRD Kalsel, Ini 7 Tuntutannya

terasbanua.com, Banjarmasin - Sejumlah masa mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (20/9/2021) pada pukul 10.30 Wita.

Aksi ini dalam rangka mempertanyakan kejelasan dari pemerintahan dalam hal ini Ketua DPRD Kalimantan Selatan Supian HK dan Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Dr Muchlis Riyadi mengenai lambatnya pemerataan vaksinasi di Kota Banjarmasin dan kemana anggaran Covid 19 yang disebut sebut sekitar 5 miliar lebih.


Sebelum masa mencapai depan Gedung DPRD Kalsel untuk menyampaikan aspirasinya, terlihat langkah mereka dihentikan oleh petugas di depan PLN Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin di samping lokasi yang seharusnya dan diminta menyampaikan aspirasi di tempat tersebut.


Dari pantauan di lapangan terlihat aksi tersebut diawali dengan adanya aksi dorong antara mahasiswa dan petugas kepolisian.


Adapun tuntutan tersebut berdasarkan beberapa kajian yang sudah dilakukan oleh HMI Banjarmasin dalam pelaksanaan vaksin, yaitu pertama masyarakat merasa terbatasi dengan adanya puskesmas yang memprioritaskan domisili, adanya isu tentang ketakutan masyarakat terhadap vaksin yang beredar, dan menurut mereka antuisasiasme masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi tidak diiringi dengan ketersediaan vaksin di lapangan.


Berdasarkan kajian tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Banjarmasin Nurdin Ardalepa menilai bahwa dalam pelaksanaannya ada disinformasi dan program vaksinasi yang lambat.


"Padahal dosis yang ada di Kota Banjarmasin bisa dikatakan cukup banyak

karena lebih dari 10000 dosis yang belum digunakan, sedangkan masyarakat umum yang telah divaksinasi tidak sampai 10%," Terang Ketua Umum HMI Cabang Banjarmasin. Senin (20/9/2021).


"Selain itu, ditemui di lapangan ada beberapa masyarakat yang ditolak karena perbedaan wilayah Kartu Tanda Penduduk, itu termasuk sangat memperihatikan karena termasuk dalam menghambat proses peningkatan herd immunity di Kalimantan Selatan dan isu-isu yang beredar di masyarakat perlu di jawab segera agar tidak menciptakan ketakutan masyarakat dalam bervaksin," lanjutnya.


Adapun tuntutan HMI Cabang Banjarmasin kali ini antara lain:

1. Menuntut Pemerintah beserta pemangku kebijakan untuk memperjelas perihal

informasi program vaksinasi serta mempercepat penyebarannya.

2. Menuntut transparansi Anggaran Covid-19 di Kalimantan Selatan agar diketahui oleh seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

3. Memperjelas pengaturan PPKM yang jelas berupa posko penyekatan, jam malam, pemadaman lampu jalan.

4. Melibatkan elemen Mahasiswa dalam program vaksinasi secara massif dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Islam.

5. Memberikan Bantuan Sosial secara konsisten dan dengan nilai yang sesuai bagimasyarakat yang terdampak Covid-19 dan kebijakan PPKM di Kalimantan Selatan.

6. Membuka dan mengawasi secara serius perihal Isolasi Terpusat Covid-19 di

Kab/Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru.

7. Kejelasan kapan berakhirnya pelaksanaan PPKM di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kota Baru.


"Apabila Bapak Supian HK mengindahkan tuntutan HMI Cabang Banjarmasin, maka harus turun dari jabatan Ketua DPRD Kalsel karena dinilai telah gagal dalam penangan Covid-19," tegas Nurdin.


Untuk diketahui, hingga saat ini pukul 11.54 wita aksi masih dilaksanakan dan masa masih berusaha untuk bertemu dengan Ketua DPRD Kalimantan Selatan dan Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Dr Machli Riyadi.


Sebelum memutuskan untuk melakukan aksi, Ketua Umum HMI Cabang Banjarmasin Nurdin Ardalepa menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan usaha untuk audiensi dengan pihak Dinas Kesehatan Banjarmasin namun tidak diterima.


"Sebelumnya sudah kami minta audiensi ke pihak Dinas Kesehatan Banjarmasin, sudah ditunggu dan difollow up selama 20 hari namun malah tidak ada tanggapan sama sekali," terang Nurdin.


Mengetahui itikad baik untuk beraudiensi tersebut tidak bersambut baik, Nurdin mengatakan maka pihaknya pun akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi.


(Krisna)

224 tampilan0 komentar