• Krisna

Hindari Pelecehan, Ketahui Bagaimana Dan Cara Antisipasi Predator Seks Anak

terasbanua.com, Banjarmasin - Kejahatan seksual anak dibawah umur akhir akhir ini pada bulan Februari tahun 2021 kian marak terjadi Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin sudah terungkap dua kasus pencabulan di bawah umur terhadap anak yang sama, ironinya salah pelaku diketahui merupakan ayah kandung korban dan pelaku lainnya merupakan tetangga korban.

Ilustrasi pencabulan anak. Sumber: Google.
Ilustrasi pencabulan anak. Sumber: Google.

Psikolog sekaligus Pengelola Klinik Psikologi Fusfa, Jehan Safitri, M. Psi. Mengatakan pedofilia dan predator seks anak itu berbeda. Tidak semua pedofil berlaku kriminal atau berkeras melampiaskan nafsunya dengan melanggar norma yang ada, berbeda dengan predator seks anak yang murni melecehkan.


Para predator tersebut mengincar anak, karena anak anak jauh lebih mudah mereka kendalikan untuk melakukan aktivitas seks dibandingkan dengan orang dewasa atau yang seumuran dengannya. Baik itu dengan iming iming reward yang tergolong murah maupun dengan ancaman.


"Bagi para predator seks anak, mereka memilih anak-anak sebagai pemuas hasrat seksual karena lebih mudah dikontrol, baik itu dengan ancaman maupun iming iming seperti dikasih uang puluhan ribu atau dipinjami HP atau mungkin dibelikan es krim, yang tentu jauh lebih murah daripada menyewa PSK," tuturnya.


Dosen Psikologi Universitas Lambung Mangkurat tersebut mengungkapkan predator itu dapat dirubah dengan memberikan hukuman seberat-beratnya yang dapat membuatnya jera, menjalani hidup yang normal dan berkeluarga, karena pada dasarnya para predator tersebut tidak memiliki penyimpangan perilaku.


"Biasanya bukan karena ada penyimpangan, namun mereka para predator seks anak melakukan hal tersebut karena terjepit keadaan, seperti belum nikah namun rangsangan terus ada atau terpengaruh video porno atau dipengaruhi ketidak mampuan berpikir kognitif jadi tidak bisa mengambil keputusan dan berpikir jauh ke depan," terangnya.


"Jadi perlu diberikan hukuman seberat-beratnya untuk membuatnya jera," lanjutnya.


Menurut Jehan Safitri mengajarkan edukasi seks sejak dini terhadap anak adalah cara terbaik untuk mengantisipasi dari hal yang tidak diinginkan tersebut.


"Untuk anak usia dini, tentunya bukan diajarkan tentang bagaiman berhubungan seksual, namun mengajarkan anak bagaimana dia menjaga dirinya. Beritahu bagian mana yang tidak boleh dipegang serta jangan sembarangan menerima iming iming dari orang yang tidak dikenal," ucap Pengelola Klinik Psikologi Puspa.


"Memberi tahu bagian mana yang tidak boleh dipegang juga harus dengan bahasa yang jelas agar anak lebih mengerti daripada menggunakan bahasa anu anu. Semakin bertambahnya umur baru bisa dijelaskan tentang apa yang bisa dilakukan dan tidak, jika ada yang melakukan hal yang dilarang tersebut harus melaporkannya ke orang tuanya atau pihak kepolisian," pungkasnya.


(Krisna)

10 tampilan0 komentar