Hasil Evaluasi, Syarat Guru Mengajar PTM Tidak Hanya Hasil Test Antigen Saja Tapi Wajib Vaksin

terasbanua.com, Banjarmasin - Melihat dari hasil evaluasi terkait Pelaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, Sabtu (18/7/2021) kemarin.

Ket foto : Pelaksananan PTM di hari kedua di SDN Mawar Banjarmasin (Dokumentasi)
Ket foto : Pelaksananan PTM di hari kedua di SDN Mawar Banjarmasin (Dokumentasi)

Syarat untuk guru yang mengajar di sekolah saat ini tidak berlaku lagi hanya dengan hasil test PCR saja, tapi juga wajib menyertakan bukti sudah bervaksin.


"Guru-guru wajib bervaksin sebelum mengajar kemudian di swab antigen dan memastikan mereka bisa mengajar dengan baik tentunya sudah di vaksin tadi," ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Senin (19/7/2021) pagi.


Adapun bagi guru yang tidak bisa divaksin karena adanya penyakit komorbid tidak diperkenakan untuk melaksanakan PTM, guna menghindari terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah.


"Nah yang tidak bisa bervaksin karena alasan tertentu, seperti adanya penyakit komorbid kita harapkan mereka tidak mengajar PTM dulu," imbuhnya.


Namun guru yang belum bervaksin tetap bisa mengikuti proses mengajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah secara daring kepada siswa.


"Bisa mengajar secara online saja karena yang PTM ini kita juga masih memberikan layanan kepada orang tua yang tidak mau anaknya mengikuti PTM itu tetap dilayani," pungkasnya.


Diketahui, guru yang sudah menerima vaksin sejauh ini sudah terbilang banyak yang mana minimal untuk bisa melaksanaan PTM itu mencapai 80 persen.


"Untuk guru SMP itu sudah mencapai 87 persen yang bervaksin, sedangkan guru SD ada 78 persen yang sudah menerima vaksin. Makanya yang belum ini masih kita kerja," tandasnya.


Sementara itu, dalam evaluasi PTM ini Pemko Banjarmasin juga telah mengirim Satpol PP untuk ikut serta memantau dan mengawasi pelaksanaan di sekolah-sekolah yang ada di Banjarmasin.


"Jadi sejak hari ini sudah saya perintahkan Satpol PP mulai pagi itu hadir ke sekolah, di pintu-pintu masuk sekolah untuk memastikan orang tua atau yang mengantar itu disiplin juga dengan protokol kesehatan," ujarnya.


Tak hanya itu, tugas Satpol PP juga akan memberikan teguran dan sosialisasi pada sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar sekolah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.


"Termasuk juga kalau misalnya di depan sekolahan banyak yang jualan ya itu diberikan sosialisasi dan teguran bahwa jaga jarak, pakai masker dan jangan menimbulkan kerumunan," tuturnya.


(Hamdiah)

4 tampilan0 komentar