Hari Pertama Pengetatan PPKM Level 4, Masih Banyak Ditemukan Warga Tak Gunakan Masker

terasbanua.com, Banjarmasin - Pelaksanaan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa titik posko penegakan protokol kesehatan (prokes) di Banjarmasin mulai efektif dilakukan hari ini, Rabu (28/7/2021).

Berdasarkan dari pantauan terasbanua.com di posko pengetatan di Jalan Ahmad Yani KM 6. Puluhan roda dua maupun roda empat yang tidak mengunakan masker saat itu langsung dicegat oleh aparat gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak terkait untuk menepi di bahu jalan.


Tak lain hal tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi bahwa pentingnya pengunaan masker saat ini. Selain itu, pengendara yang terjaring juga akan didata dan diberikan masker, hingga selanjutnya diperkenankan untuk melintas kembali.


Reza salah satu pengedaran yang berhasil terjaring, mengaku sudah mengetahui akan adanya penerapan PPKM level 4 di Banjarmasin. Hanya saja dirinya lupa membawa masker saat hendak bepergian.


"Saya mulai dari bandara pak, saya lupa pakai masker tadi," ucapnya usai selesai didata.


Ia menuturkan bahwa dirinya adalah warga Banjarbaru yang hendak pergi mengunjungi rumah keluarganya yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin.


"Tadi pergi ke rumah kakak saya di Gatot," imbuhnya.


Meski dirinya ikut terjaring pengetatan, tapi menurutnya hal tersebut bagus dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan prokes.


"Bagus saja pak untuk mengingatkan masyarakat tentang protokol kesehatan. Tadi juga dikasih tahu baik-baik," ujarnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, menuturkan puluhan pengendara yang berhasil terjaring hari ini memang hanya diberikan teguran secara persuasif saja sebagaimana amanat Wali Kota Banjarmasin.


"Hari pertama pengetatan ini kita hanya sanksi teguran saja serta nama-namanya didata tadi. Malah kita kasih makser. Tentunya dengan bahasa yang lebih santun diharapkan bisa memunculkan kesadaran untuk sama-sama mematuhi prokes di Kota Banjarmasin," jelasnya di sela-sela pemantauan pengetatan Jalan Ahmad Yani Km 6.


Kendati demikian, menurut Muzaiyin tak menutup kemungkinan akan ada sanksi lainnya jika telah melanggar secara berulang.


"Jika terulang lagi maka sanksi yang diberikan lebih meningkat. Bisa itu lisan, tertulis, dan bahkan juga sanksi sosial yang bisa kami berikan seperti dulu sebagaimana Perwali Nomor 68 Tahun 2020," paparnya.


Lantas, apakah nanti ada sanksi denda dengan uang tunai yang pernah diterapkan pada peraturan sebelumnya pada PSBB tahun lalu?


Menurut Muzaiyin sanksi tersebut kurang efektif dilakukan saat ini, mengingat kondisi warga kota Banjarmasin juga mengalami kesulitan di tambah lagi dengan penerapan PPKM level 4.


"Kita berupaya persuasif dan humanis dulu belum bisa ke arah sanksi denda. Mungkin hanya sampai teguran lisan dan tertulis dulu, mengingat keadaan masyarakat saat ini juga sangat susah dari sisi ekonomi yang penting kita membangun kesadaran bahwa ada virus Covid-19 itu dulu," pungkasnya.


Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang juga turut memantau pelaksanaan pengetatan menyebutkan, bahwa masih banyak yang perlu dilakukan evaluasi.


"Hari pertama pengetatan ini kita edukasi dulu, yang tidak punya masker kita kasih masker tapi setelah ini kita akan tegakkan aturan sebagaimana Perwali 68 tahun 2020," tekannya.


Bahkan tidak ada toleransi lagi bagi warga yang sudah terjaring akan kembali melanggar prokes.


"Data ini bisa dianalisa kalau berulang tidak ada toleransi dan tentu kita akan kenakan sanksi sesuai dengan Perwali 68. Bisa itu berupa sanksi sosial, denda dan sebagainya," tegasnya kembali.


Maka dari itu, ia berharap warga kota Banjarmasin bisa paham betul dengan aturan ini dan mematuhinya. Tentunya hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 serta angka kasus positif Covid-19 di Banjarmasin bisa kembali menurun.


"Oleh karena itu kita harus bersabar dan mau menerapkan aturan ini," akhirnya.


(Hamdiah)

1 tampilan0 komentar