Hampir Pasti, Penyelesaian Jembatan Sei Alalak Molor

terasbanua.com, Banjarmasin - Proyek penggantian Jembatan Sei Alalak dengan nilai kontrak Rp274,561 dimulai sejak Januari 2019 silam. Sesuai kontrak kerja antara PT. Wijaya Karya (Wika) - Pandji Bangun Persada (PBP) harus menyelesaikan seluruh kegiatan fisik sampai Maret 2021.

Proses pengerjaan tiang pylon Jembatan Sei Alalak. Foto istimewa
Proses pengerjaan tiang pylon Jembatan Sei Alalak. Foto istimewa

Tahapan pekerjaan fisik jembatan dengan model cable stayed tersebut hampir dipastikan bakal molor. Pihak penyedia jasa (kontraktor) sudah mengusulkan adendum perpanjangan kontrak kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) RI.


Deputi Proyek Manajer Jembatan Sungai Alalak, Fajrin, memastikan penyelesaian paket pekerjaan tidak akan terkejar pada Maret 2021.


Beberapa faktor alam menjadi penyebab tahapan pekerjaan terkendala. Salah satunya pandemi Covid-19 yang mengharuskan sebagian daerah membatasi kegiatan. Belum lagi faktor cuaca yang tidak menentu.


Terakhir ditambah dengan bencana alam banjir yang melanda Kota Banjarmasin juga berpengaruh signifikan terhadap pekerjaan di lapangan.


Atas dasar pertimbangan tersebut, Fajrin, menyebut pihaknya mengajukan adendum kontrak kepada pemilik kegiatan dalam hal ini Kementerian PUPERA.


Jembatan Sungai Alalak dibangun dengan model cable stayed dengan tiang jembatan melengkung. Membentuk lengkungan dengan posisi di ketinggian diakui  Fajrin pengerjaan cukup sulit. Apalagi tiang penyangga hanya disambungkan dengan kabel baja berkekuatan tinggi.


"Saat membuat lengkungan di posisi atas tidak bisa sembarangan. Jika hujan maka pekerjaan tidak bisa dipaksakan, belum lagi tiupan angin yang begitu kencang. Pekerjaan harus berhati-hati dan tidak bisa cepat," ujarnya, Sabtu (6/2/2021).


Diterangkan Fajrin, pemasangan kabel juga tak bisa sekaligus, harus mempertimbangkan teknis dan keamaanan saat pelaksanaan.


“Ada urutan tahapan pekerjaan yang harus dikerjakan satu persatu dan tidak bisa dikerjakan bersamaan sekaligus. Pemasangan kabel sudah kami selesaikan,” terangnya.


Fajrin menyebut pihaknya sudah mengirim permohonan adendum perpanjangan kontrak kerja kepada pihak kementerian. Ia berharap permohonan tersebut bisa disetujui. Berdasarkan perhitungan seluruh pekerjaan bakal selesai pada September 2021. Ia mengharapkan pemerintah memahami dan menyetujui permohonan perpanjangan kontrak hingga September.


Jika tidak ada perpanjangan maka penyedia jasa diwajibkan membayar denda yang cukup besar.


"Permohonan perpanjangan kontrak kerja sedang diproses kementerian, semoga bisa disetujui. Semua tergantung pertimbangan mereka," pungkasnya.


(Ri)

13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua