Hadapi Musim Kemarau, Pemprov Kalsel Gelar Apel Gabungan Untuk Antisipasi Karhutla

terasbanua.com, Banjarbaru - Antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel gelar apel kesiapan gabungan di Lapangan Satpas Ditlantas Polda Kalsel Km 21 A. Yani, Selasa (2/3/2021) pagi.

Apel Kesiapan Gabungan semua unsur dalam penanganan penanggulangan bencana alam karthula di Kalsel
Apel Kesiapan Gabungan semua unsur dalam penanganan penanggulangan bencana alam karthula di Kalsel

Digelarnya apel kesiapan gabungan ini sebagai salah satu bentuk kesiap siagaan Pemprov Kalsel beserta jajaran dalam antisipasi karhutla di Banua.


Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan, bahwa sebelum memasuki musim kemarau dimulai dari bulan Mei hingga Juni nanti. Maka pentingnya mempersiapkan upaya pencegahan dalam pengendalian Karhutla sejak dini.


"Prediksi kita dari BMKG mulai memasuki musim kemarau itu mulai bulan Mei. Jadi kita punya waktu dua bulan yakni Maret hingga April kita untuk persiapan. Sehingga kesiapan alat, metode dan koordinasi semua kita lakukan," ucapnya kepada awak media usai apel kesiapan gabungan kesiagaan karhutla.


Tentunya keterlibatan semua unsur sangat penting dalam upaya pencegahan karhutla dalam memonitoring hutan dan lahan.


"Membentuk relawan-relawan di desa dari 10-20 orang untuk langsung memonitoring karena hutan dan lahan kita ini luas, tidak cukup hanya aparat saja yang memantau. Partisipasi publik itu diharapkan. Dalam waktu dua bulan ini dipakai untuk kita lakukan sosialisasi nantinya," paparnya.


Ia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat dalam membuka lahan sehingga tidak perlu membakar untuk membuka lahan.


"Kepada pemda diharapkan fasilitasi masyarakat mulai dari membuka lahan untuk bercocok tanam sehingga tak perlu ada pembakaran. Termasuk yang baru panen itu jerami jangan dibakar. Kalau bisa diolah untuk dimanfaatkan misalnya sebagai pupuk alami," harapnya.


Ia juga menegaskan apabila ada yang berani membakar hutan dan lahan, baik itu perorangan atau korporasi maka ada saksi dan akan proses hukum.


"Tadi sudah minta dengan Kapolda kalau ada yang memulai dan tertangkap akab proses hukum. Oleh karenanya mesti kita ingatkan jangan mulai membakar" tegasnya.


Hal senada juga disampaikan, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rikwanto, bagi mereka yang sengaja membakar hutan dan lahan akan diproses sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.


"Tidak ada tawar menawar sebagaimana yang ada di Undang-undangnya barang siapa yang sengaja membakar dengan melanggar hukum. Kita akan proses hukum, baik itu yang membakar yang menyuruh ataupun korporasi yang terlibat," tuturnya.


Sebelumnya, tindakan tegas dengan memproses hukum bagi seseorang yang membakar hutan dan lahan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Tentunya ia berharap hal ini menjadi salah satu upaya dalam pencegahan karhutla di Banua.


"Kita sudah laksanakan beberapa tahun terakhir. Mudah-mudahan mereka ada efek jeranya tidak akan melakukan tahun-tahun ini, dan kita himbau juga dengan masyarakat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena bertentangan di lapangan," katanya.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua